View Full Version
Kamis, 08 Feb 2018

Apakah Praktik Syariah akan Ada di Jakarta? Ini Kata RelaNU

JAKARTA (voa-islam.com)- Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sudah duduk di tampuk kekuasaan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur. Tetapi hal-hal yang lalu, yang dianggap atau dituding bahwa keinginan kedua orang tersebut sebagai “senjata” untuk kemenangan sepertinya masih saja dipertanyakan, salah satunya soal Jakarta Bersyariah (sempat beredar saat itu), yang kenyataannya sudah dibantah bahwa itu tidak benar.

Dalam acara diskusi dengan tema “100 Anies-Sandi, Benarkah Ada ‘Jakarta Bersyariah’ dan Bagaimana Realisasinya” misalnya, ada yang meragukan bahwa ada Jakarta seperti judul tema di atas. “Kemudian, apa sih yang sebetulnya disebut dengan Jakarta syariah?

Mungkin, kalau saya tidak salah, yang dimaksud dengan Jakarta syariah kehendak untuk menjadikan Jakarta ini seperti, umpanya dengan simbol-simbol bahwa perempuan tidak boleh tanpa jilbab. Atau juga dilakukannya hukum-hujum jinayat, atau hukum pidana Islam, yang secara harfiah ada di dalam al-Qur’an: potong tangan. Cambuk dan sebagainya.

Nah, kalau yang dimaksud syariah seperti ini tidak ada di Jakarta,” ujar Taufik Damas dari Relawan Nusantara (RelaNU), Rabu (7/02/2018), di Jakarta. Dan menurutnya memang tidak akan ada. Sebab bagaimanapun, walaupun Pilkada di Jakarta itu semangat orang menggunakan isu SARA, itu hanyalah alat untuk kampanye saja. “Pada praktiknya tidak akan terjadi,” ia menambahkan.

Menurutnya dan atas keyakinannya, sebagian orang Islam dinilai sudah jauh lebih sadar bila pada kemudian Islam hanya seperti dijadikan symbol.

“Secara pribadi saya masih meyakini akan adanya kesadaran umat Islam yang ada di Indonesia ini jauh lebih cerdas daripada kehendak sebagian orang untuk mensimbolisasikan syariat agama. Jadi kalau ditanya apakah Jakarta saat ini syariah dan seperti apa realisasinya, saya pikir tidak ada. Dan memang tidak perlu,” ia menutupnya. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version