View Full Version
Senin, 23 Jul 2018

Korupsi semakin Banyak, Salah Jokowi atau KPK?

JAKARTA (voa-islam.com)- Apabila benar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah bekerja keras menghilangkan penyakit akut dari masyarakat (baca: korupsi), lalu mengapa malah terlihat banyak pelaku yang tertangkap? Jika benar Joko Widodo sebagai Kepala Negara telah memiliki komitmen dalam pemberantasan korupsi, lalu mengapa hal sama (korupsi) justru terlihat semakin banyak?

“Seandainya @KPK_RI benar, artinya presiden @jokowi tidak benar. Kenapa korupsi semakin banyak? Bukankah tugas presiden menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN?” demikian tanya Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, Ahad (22/7/2018), di akun Twitter pribadi miliknya. Nyatanya, lanjut Fahri, setiap hari dalam 4 tahun ini korupsi tambah banyak. “Siapa salah siapa benar?

Seandainya @KPK_RI benar soal Lapas Sukamiskin, artinya presiden @Jokowi gagal sebab Lapas itu di bawah kabinet khususnya @Kemenkumham_RI yang diduga ada pembiaran.”

Fahri pun mempertanyakan kembali, siapa yang berperan penting dalam pemberantasan korupsi antara KPK atau Presiden. “Lalu siapa sebenarnya yang benar @jokowi atau @KPK_RI? Masak yang terus dikorbankan pejabat bawahan?

Seandainya @KPK_RI benar berarti @jokowi gagal membina pejabat kepala daerah sebab penangkapan terus terjadi dan semakin hari semakin banyak. Bukankah @Kemendagri_RI anggota kabinet? Apa yang kabinet @jokowi lakukan sudah 4 tahun kepala daerah jadi tangkapan?” (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version