View Full Version
Jum'at, 30 Nov 2018

Reuni 212: Peringatan bagi Penista Agama, Ismail Singgung Nama-nama Ini

JAKARTA (voa-islam.com)- Mantan Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), ustaz Ismail Yusanto menanggapi reuni 212 yang akan digelar pada Ahad nanti. Menurutnya, reuni 212 itu adalah momentum yang tak bisa dilepaskan dari kasus penistaaan agama (Alquran) demi tegaknya keadilan.

Memang Ahok sudah dihukum, dan mungkin sudah keluar dari penjara, tetapi kita melihat fakta penistaan agama tidak berhenti samapi di situ. Kita misalkan belum melihat tindakan penista agama lain seperti Sukmawati, Viktor Laiskodat dan lain-lain, macam-macam, termasuk pembakaran bendera tauhid itu. Itu sudah diakui.

Pelakunya memang sudah dihukum tapi, apalah artinya penjara 10 hari dengan denda sekian ribu,” demikian katanya, kemarin (29/11/2018), di Jakartay. Menurut dia itu malah adalah bentuk penistaan baru, sebab tindakan itu seolah-olah tidak masalah, di mana mereka tidak mengakui pembakaran bendera tauhid.

“Mereka hanya disalahkan hanya bikin kegaduhan. Andai tidak gaduh, maka tidak salah. Kan begitu. Jadi, saya pikir substansi dari persoalan itu masih ada. Itulah maka reuni 212 itu masih relevan hingga saat ini,” katanya lagi.

Relevan untuk ukhuwah islamiyah. Relevan untuk menunjukkan pembelaa terhadap agama. Dan relevan juga untuk menunjukkan bahwa umat Islam di negeri ini bisa bersatu dan melakukan kegiatan dengan damai. (Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version