View Full Version
Selasa, 04 Dec 2018

[VIDEO] Pilih Calon Pemimpin Harus Berdasarkan Akal Sehat, Orang Gila Bagaimana?

JAKARTA (voa-islam.com)—Rencana memberikan hak pilih kepada orang sakit jiwa terus menuai polemik. Banyak kalangan yang meminta agar rencana tersebut dihentikan.

Pengamat hukum dari Universitas Pasundan Bandung, Hayatun Hamid mengatakan apabila rencana tersebut dilaksanakan, maka melanggar rambu-rambu hukum. Menurut Hayatun, baik hukum publik dan hukum perdata, orang gila tidak bisa dikenakan sanksi atau hukuman

“Dari dua hukum ini, hukum pidana (publik) dan hukum privat (perdata), orang gila itu perbuatannya tidak bisa dipertanggungjawabkan karena akalnya terganggu,” ujar Hayatun kepada Voa Islam baru-baru ini.

Hayatun melanjutkan, “Pada saat memilih pemimpin, apakah pilihannya bisa ia pertanggungjawabkan? Padahal dalam prinsip demokrasi ini memberikan keleluasaan kepada rakyat agar rakyat bisa memilih sesuai dengan akal sehat, dengan hati nurani. Pertanyaannya, apakah orang gila memiliki akal sehat dan hati nurani?”

Simak video Voa Islam TV.

 

*[Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version