View Full Version
Rabu, 02 Jan 2019

Buzzer Dibayar untuk Membully yang Kritis

JAKARTA (voa-islam.com)- Ekonom Rizal Ramli mengaku ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Presiden, dirinya sangat kritis terhadap pola kebijakan yang neoliberal. Dengan Tim Indonesia Bangkit itu, mendorong supaya percepat pembayaran utang IMF, bubarkan CGI. 

Tapi SBY kata dia merespon positif walau sembari kadang-kadang terlihat sebel.

Hari ini auranya semakin otoriter, kritis dikit di-bully pakai buzzer bayaran,” demikian cuitannya.

Pun ia mengaku merasakan apa yang dirasakan ketika di rezim SBY, yakni eranya Megawati. Di era Megawati, Rizal mengaku tetap kritis dan solutif, juga bersahabat terkait hal-hal yang strategis. Dan ia mengaku malah tidak ada serangan balik dari teman-teman PDIP.

“Ternyata Bang TK (Taufik Kiemas, red.) ingatkan, jangan ganggu RR karena dia sejak muda berjuang untuk RI. Hari ini berbeda, buzzers dibayar untuk bully-bully.”

(Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version