View Full Version
Rabu, 02 Jan 2019

Kejengkelan Politisi Demokrat yang “Dipaksa” Pilih Jokowi

JAKARTA (voa-islam.com)- Mereka terang-terangan membunuh demokrasi. Memaksa PT 20 persen bagi Pemilu serentak 2019 dengan memakai ulang hasil Pemilu 2014. Ini sistematik bikin rakyat cuma punya dua capres, Jokowi atau Prabowo. 

Lalu mereka gugat kita yang pilih Prabowo, seolah ini pilihan salah. Sompret. Rezm ini sungguh licik. Mereka kuras kebebasan rakyat untuk memilih,” demikian cuitan politisi Demokrat, Rachland Nashidik.

Pertama, kara Rachlan, mereka batasi pilihan Capres hanya dua. Setelah berhasil, mereka kampanyekan masa lalu Prabowo. Agar orang merasa cuma Jokowi yang pantas dipilih. Biarpun Jokowi jelas gagal.

“Mereka pikir rakyat bodoh?”

Partainya, Demokrat mengaku sebagai partai demokratis. Dan ia pun mengaku tak satu barisan dengan kader lain yang pro-Prabowo. Saya berjuang untuk opsi ketiga, di luar Jokowi atau Prabowo.

“Saya gagal. Tapi tak mau Jokowi lagi. Capres dibatasi cuma dua. Situ mau suruh saya pro-Jokowi? Jokowi gagal! Kok dipilih lagi?”

(Robi/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version