View Full Version
Rabu, 23 Jan 2019

Tim Istana Tidak Kompak Soal Sumber Dana Jokowi Borong Sabun Cuci Senilai Rp 2 Miliar

JAKARTA (voa-islam.com)—Ketidakkompakan tim Presiden Jokowi ditunjukan saat menjelaskan asal uang untuk membeli 100 ribu botol sabun cuci di Garut, Jawa Barat. Seperti diketahu, baru-baru ini Presiden Jokowi memborong sabun cuci sebanyak 100 ribu botol kepada salah satu pelaku UMKM di Garut dengan jumlah uang yang harus dibayar sebanyak Rp 2 miliar.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, uang Rp 2 miliar yang digunakan Jokowi berasal dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf.

"Jadi dana yang digunakan untuk membeli sabun sejumlah 100 ribu sabun, per sabunnya Rp 20 ribu, totalnya Rp 2 miliar itu adalah dana dari TKN," katanya di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 Januari 2019.

Sementara itu, Staf Ahli Utama Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, menyatakan Jokowi membayar 100 ribu botol sabun cuci senilai Rp2 miliar dari kantong pribadinya sendiri.

"Bilang sama siapa saja yang ngomong deh, masa sih Presiden enggak punya uang sampai Rp2 miliar," kata Ngabalin, di Istana Negara, Jakarta, Selasa 22 Januari 2018.

Pembelian sabun cuci oleh Jokowi ini menjadi sorotan. Sejumlah pihak mempertanyakan sumber anggaran yang Jokowi gunakan apakah uang pribadi atau anggaran negara.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, salah satu pihak yang sempat mempertanyakan sumber anggaran itu. “Yang penting pertanggungjawaban uangnya saja sebab pejabat negara kan uangnya mesti dipertanggungjawabkan, pajaknya dari mana, sumber uangnya dari mana,” ujarnya di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (21/1/2019).* [Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version