View Full Version
Senin, 04 Mar 2019

Kisah Gubernur Anies Ini Bikin Meleleh Air Mata Netizen

JAKARTA (voa-islam.com)—Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan kisahnya di akun  Fanpage Facebook tentang pertemuan dengan remaja 15 tahun yang mengalami kecelakaan saat hendak pergi taklim. Ia bertemu bocah bernama Rahmat Hidayat tak sengaja di ruang ICU RS Pasar Minggu, Jakarta Selatan saat ia menjenguk ibu sahabatnya.

Rahmat yang tengah tergolek lemah, begitu mengetahui kedatangan Anies langsung memanggil-manggil nama Anies. Ia minta dicium oleh sang gubernur pujaannya. Anies pun menuruti permintaannya.

Namun, takdir berkata lain. Beberapa hari usai dijenguk Anies, Rahmat dikabarkan meninggal dunia. Padahal tim dokter telah melakukan operasi selama 12 jam untuk menyelamatkan Rahmat. Begitu mendengar Rahmat wafat, Anies lantas bergegas bertakziah ke rumah almarhum.

Anies turut menshalatkan, mendoakan, bahkan ikut mengangkat keranda jenazah Rahmat. Kisah yang ditulis Anies, Ahad (3/3/2019) ini membuat banyak netizen melelehkan air mata. Bahkan kisah ini hingga berita ini ditulis, Senin (4/3/2019) dibagikan kembali hingga 26.450 kali.

“Saya merinding bca y pak br x ni ada gub melht rakyat y&mensholati sampai keliang kubr semga harapan kami punya presiden sprti pak anies aamiin yra,” tulis pemilik akun FB Erick Effendi.

“Ya allah bapak anis, bapak luar biasa tdk kuat sy menahan air mata, jadilah pemimpin masa depan indonesia yg amanah yg syg sama rakyat tanpa membedakan, semoga allah selalu memberi kesehatan buat pak anis, di kauhkan dari niat jahat org yg tidak suka, ya allah buat almarmum dayat semoga allah tempatkan di jannah nya aamiin. Ya allah beri kami pemimpin yg begini ya rahman ya rahiim kami rindu pemimpin yg mencintai rakyat nya sendiri beti ya allah,” tulis pemilik akun  FB Fatmawatiteta.

“Ya, Alloh..... Deras air mataku.. Husnul khotmah Insyaa Alloh .... Trmksh Pak Anies.. Utk ksh sygnya.. Tabarakallahu,” tulis pemilik akun FB Eka Cyntia.

Berikut kisah lengkap yang ditulis Gubernur Anies Baswedan:

Pak Anies, Pak Anies, Pak Anies!

Terdengar suara pasien di bilik sebelah ruang ICU itu memanggil-manggil.

Kamis malam itu saya menjenguk ibu sahabat kami yg dirawat di ICU RS Pasar Minggu. Antar bilik pasien dipisahkan korden.

Suaranya keras walau terhalang masker oksigen yg dipakainya. Hingga terdengar seruangan ICU.

Saya hampiri. Matanya menatap tajam. Tangan, kaki dan sekujur badan terkulai tanpa gerak. Dia mengalami patah di 2 ruas tulang lehernya. Tangan dan kaki terlihat lumpuh. Seorang anak muda, 15 tahun, kecelakaan saat perjalanan ke kegiatan taklim.

“Rahmat Hidayat,” jawabnya, saat saya tanya nama. Dayat, panggilannya, lalu menyanyikan lagu penyemangat Persija. Saya dengar dia juga suka melantunkan shalawat. Dlm sakit yang tak terkira itu, dia masih melantunkan shalawat.

“Cium saya Pak. Cium saya Pak,” pinta Dayat. Saya tatap dia. Dia senyum dan saya senyum. Lalu saya sentuh keningnya, pundaknya. Perlahan saya cium keningnya. Saya tahan, saya cium lama kening Dayat. Seakan anak sendiri. Sambil membayangkan dia sedang berhadapan perenggang nyawa. Terdengar suara lirihnya, “terima kasih Pak Anies, terima kasih.” Saya senyum dan berdoa.

Saya pamit sambil memastikan operasi bisa segera dilaksanakan. Alhamdulilah Jumat pagi operasi dilakukan. Ikhtiar manusia menyelamatkan anak belia ini. Lebih dari 12 jam dokter & paramedik berjuang di meja operasi. Misi yang tidak ringan.

Allah punya rencana lain. Minggu subuh, sebuah teks masuk di wa mengabarkan Dayat wafat pukul 1 dinihari.

Pagi tadi saya melayat ke Jagakarsa. Di mushola tempat dia disholatkan, saya temui Ibunya, Ayahnya. Mereka masih terpukul; tak pernah ada dalam bayangannya kalau mereka yg melahirkan dan membesarkan Dayat, kini harus menguburkannya. Pada orangtuanya saya sampaikan, Insya Allah anak ini akan jadi pembuka Jannah bagi mereka, amiin.

Kamis malam di rumah sakit, dia panggil saya dan minta dicium. Saya cium dia seakan anak sendiri. Minggu pagi ini saya datangi lagi Dayat. Kali ini telah jadi jenazah. Husnul khatimah Insya Allah...

Setelah disholatkan, kami angkat jenazahnya. Melepas ke rahmatullah... Ke Rahmatullah semua akan kembali, sebuah pelajaran bagi semua. Kullu Nafsin Dzaa Iqatul Maut...

Al Fathihah...

#ABW

* [Syaf/voa-islam.com]

 

 


latestnews

View Full Version