View Full Version
Selasa, 10 Sep 2019

Semua Masalah (Bangsa dan Negara) Ada di Kabinet Jokowi?

JAKARTA (voa-islam.com)- Berita yang paling menarik dijelaskan kepada publik tentang bahaya kalau kabinet tak paham abjad mengelola negara dan ekonomi. Mental ABS dan feodal tidak bikin prestasi apa-apa. Semua fatamorgana.

"Dari investor-investor yang kita temui, dan catatan yang disampaikan Bank Dunia kepada kita, dua bulan yang lalu ada 33 perusahaan di Tiongkok keluar, 23 memilih Vietnam, 10  ke Malaysia, Thailand, Kamboja. Nggak ada yang ke kita," kata Jokowi pada Rabu (4/9/2019).

Jadi kita membayangkan, bagaimana negara yang dituduh mendominasi ekonomi Indonesia belakangan tidak minat berbisnis dan berinvestasi di negara ini. Lalu presiden kaget sebab kalau Tiongkok aja sudah gak minat bagaimana dengan negara lain? Tiongkok terkenal kurang hati-hati kok.

Keadaan ini membenarkan fakta bahwa ekonomi kita makin didominasi utang, bukan investasi. Tidak saja swasta yang berutang bahkan BUMN pun menumpuk utang yang terbesar sepanjang sejarah. Jadi, penampilan kita belakangan ini di topang oleh utang.

Kembali kepada kekagetan presiden Jokowi seharusnya membuat kabinet itu mundur massal. Kelakuannya sok yakin ternyata gak ada kebijakan yang dapat meyakinkan investor untuk berpartner, malah yang datang adalah rentenir. Utang tambah banyak dan anak cucu kita akan menanggung.

Kapan-kapan saya akan jelaskan apa-apa yang bisa bikin investor datang. Selain UU investasi yang sebetulnya sudah bagus. Iklim usaha dan kepastianlah yang ditunggu dari birokrasi negara yang profesional. Dengan segala maaf birokrasi negara kita masih belum banyak berubah.

Semua kata kuncinya ada di kabinet  yang dipimpin presiden Jokowi. Karena leadership negara yang dapat menggerakkan birokrasi dan seluruh struktur dan sumberdaya negara ada di sana. Jadi biang keroknya ada di kabinet. Jangan cari di tempat lain! Wallahualam.

*Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah


latestnews

View Full Version