View Full Version
Ahad, 13 Dec 2020

Fahira Idris: Masyarakat Butuh Informasi Efektifitas Vaksin Covid-19

 

Jika nanti efektivitas vaksin sudah teruji dan mendapat izin dari BPOM, kampanye soal pentingnya vaksinasi akan berjalan dengan sendirinya dan masyarakat dengan sukarela dan sukacita bersedia divaksin. 

JAKARTA (voa-islam.com)--Walau bukan merupakan solusi jangka pendek dalam penanggulangan pandemi, tetapi kehadiran vaksin Covid-19 adalah harapan besar seluruh warga dunia termasuk Indonesia.

Hadirnya vaksin akan menjadi jalan yang akan mempercepat usaha memutus rantai penyebaran Covid-19, tentunya dengan syarat semua masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.  Namun, yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan hanya kabar bahwa vaksin sudah datang dan tersedia, tetapi juga informasi efektivitas vaksin terhadap tubuh dalam menangkal virus penyebab Covid-19. 

Anggota DPD RI Fahira Idris mengungkapkan, kesigapan Pemerintah mendatangkan vaksin patut diapresiasi dan tentu disambut suka cita, tetapi diharapkan masyarakat tidak terlarut euforia sehingga menjadi abai dan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan menurun. Apalagi, efektivitas vaksin ini harus menunggu izin dari BPOM sehingga kita semua harus bersabar dan harus semakin disiplin terapkan protokol kesehatan. 

“Tentunya kita harus apresiasi kesigapan pemerintah mendatangkan vaksin. Namun, soal vaksin ini yang paling penting diinformasikan kepada publik adalah efektivitasnya baik dari sisi keamanan maupun kemampuannya menciptakan kekebalan. Oleh karena itu kita semua harus sabar menunggu izin dari BPOM dan tidak boleh kendor terapkan protokol kesehatan,” ujar Fahira Idris dalam keterangan tertulisnya, Ahad (13/12/2020).

Menurut Fahira, jika nanti efektivitas vaksin sudah teruji dan mendapat izin dari BPOM, kampanye soal pentingnya vaksinasi akan berjalan dengan sendirinya dan masyarakat dengan sukarela dan sukacita bersedia divaksin. Apalagi jika vaksin yang nanti secara berkala didatangkan efektivitasnya sudah teruji atau sudah berhasil diterapkan di negara lain yang saat ini juga sudah mulai berencana melakukan vaksinasi. 

Selain itu hal yang penting juga disampaikan ke publik adalah vaksin merupakan pencegahan kedua dalam penanggulangan pandemi. Pencegahan pertamanya tetap disiplin terapkan protokol kesehatan. Terlebih nanti vaksinasi di Indonesia tentunya dilangsungkan secara bertahap mengingat luasnya dan besarnya penduduk di Indonesia.

Karena dilangsungkan secara bertahap yang harus tetap dan terus kita lakukan saat ini konsisten terapkan protokol kesehatan terutama 3M (mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, memakai masker dengan benar, dan menjaga jarak serta hindari kerumunan). Sementara itu, Pemerintah juga diharapkan terus meningkatkan kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment). 

“Jadi jangan sampai kita berpandangan jika vaksin sudah datang, persoalan Covid-19 selesai di Indonesia. Vaksin ini hanya salah satu cara menanggulangi pandemi yang dalam implementasinya butuh waktu karena harus dilakukan secara bertahap. Untuk itu, 3M oleh masyarakat dan 3T oleh Pemerintah harus terus ditingkatkan sampai nanti benar-benar sebagian besar orang di Indonesia sudah mendapatkan vaksin yang efektivitasnya benar-benar sudah teruji,” pungkas Senator Jakarta ini.*[Syaf/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version