View Full Version
Selasa, 19 Apr 2022

Atasi Kekisruhan, Legislator Usul Pembentukan BUMN Minyak Goreng Sawit

JAKARTA (voa-islam.com)--Sebagai upaya nyata menyelesaikan masalah kelangkaan dan kemahalan pemerintah dinilai perlu segera membentuk BUMN minyak goreng sawit. Demikian dikatakan Mulyanto, Senin (18/04/2022).

Mulyanto menilai sudah satu bulan sejak HET minyak goreng sawit (MGS) curah terbaru diberlakukan, namun komoditas ini masih langka dan harganya masih di atas HET.

“Karena itu pemerintah perlu membuat terobosan radikal agar masalah ini bisa tuntas dan tidak terulang dikemudian hari. Kalau di biarkan entah sampai kapan harga MGS curah ini mencapai HET,” kata Mulyanto.

Mulyanto menambahkan dalam satu bulan terakhir ini pemerintah sudah gonta-ganti kebijakan dari pendekatan perdagangan menjadi pendekatan industri.

“Pendekatan perdagangan dilakukan melalui subsidi domestic market obligation (DMO) CPO dan turunannya dengan harga domestic price obligation (DPO). Sementara pendekatan industri, dilakukan melalui subsidi MGS via dana sawit,” ungkapnya.

Namun, imbuh Mulyanto, hasilnya tetap saja Pemerintah tidak dapat mengendalikan harga MGS sesuai HET. Karena produsen dan distributor MGS-nya itu-itu saja dan bersifat oligopolistik.

“Mereka memiliki kekuatan yang cukup untuk mengatur produksi dan pembentukan harga. Sementara kepatuhan pada regulasi yang ada, baik di sisi produksi maupun di sisi distribusi sangat mengkhawatirkan,” tandas Mulyanto.

Di sisi lain, kata Mulyanto, salah satu kendala pembentukan BUMN MGS adalah lahan sawit BUMN yang terbatas, hanya sebesar 4 persen. Swasta besar menguasai 55 persen lahan perkebunan kelapa sawit. Sementara, kepemilikan lahan sawit masyarakat sebesar 41 persen (Kementan, 2021).

“Kalau dapat disusun regulasi untuk mengoptimalkan perkebunan rakyat oleh BUMN MGS, maka konsolidasi lahan tersebut dapat mencapai 45 persen. Ini jumlah yang cukup besar untuk mengimbangi dominasi swasta,” jelas Mulyanto.

Untuk diketahui, meski sudah satu bulan berlaku HET MGS curah sebesar Rp. 14 ribu per liter atau Rp. 15.500 per kg. Namun hingga hari ini harganya tidak turun. MGS curah masih bertengger di angka Rp. 20.000 per kg, sedang harga MGS kemasan sebesar Rp. 26.600 per kg (data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, per 16/4). Apalagi sekarang baru tengah Ramadhan. Karenanya dapat diduga, kalau harga MGS ini masih akan terus merambat naik.*[Ril/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version