View Full Version
Senin, 22 Mar 2010

Langkah Praktis Agar Remaja Muslim Bisa Berdakwah

ISLAM bukanlah keyakinan yang individualistik dan ego-sentris. Kaum muslimin memiliki tugas untuk menyebarkan ajaran-ajaran agama. Islam mengajarkan bahwa setiap muslim dan muslim memiliki andil untuk berdakwah. Tak terkecuali para pemuda dan remaja muslim. Kita semua diharuskan untuk mengajak teman-teman kita agar dekat dengan Allah. Jika demikian, maka segenap pemuda dan remaja muslim memiliki peran krusial dalam dakwah. Yup, mengenai hal ini, semua pasti setuju.

Allah telah mendudukkan para remaja dan pemuda di posisi yang mungkin tidak ada orang lain yang mendudukinya. Karena mereka menjadi orang-orang dekat yang  berkomunikasi dengan kawan dekat mereka dan lebih memahami mereka.

Namun, setelah kita memiliki tekad untuk berdakwah mengajak teman-teman untuk dekat dengan Allah, maka seringkali kita dihadapkan pada kendala untuk menjelaskan ajaran-ajaran dan gaya hidup Islami kepada mereka. Sebagai contoh, kita kemudian mesti menerangkan kepada teman-teman mengapa kita mengenakan jilbab? Atau untuk pria, mengapa kita harus memanjangkan jenggot dan mengenakan celana di atas mata kaki? Dan yang lainnya.

... setelah memiliki tekad untuk berdakwah mengajak teman-teman, maka seringkali kita dihadapkan pada kendala untuk menjelaskan ajaran dan gaya hidup Islami kepada mereka...

Nah, ketika kamu harus mengajak mereka agar dekat dengan Allah dan Rasul-Nya, serta mengajarkan kepada mereka prinsip-prinsip Islam, maka kamu jangan panik. Di bawah ini ada beberapa tip dan nasihat yang dapat membantu:

1.  Bermaksud tanpa pamrih dan tulus

Segala tindakan dan amal yang kita lakukan harus karena Allah. Pun demikian dengan tugas untuk mendekatkan seseorang kepada Allah. Artinya, jangan dilakukan dengan penuh arogansi dan kasar. Bayangkan saja jika kamu adalah seorang guru yang harus banyak berkorban secara tulus untuk para murid. Karena sesungguhnya hidayah hanya datang dari Allah.

2.  Praktikkan apa-apa yang kamu ajarkan dan nashati

Karena dengan tidak mempraktikkan apa-apa yang kamu ajarkan dan nasihati, maka hal itu adalah sebuah kekeliruan, dan kamu akan kehilangan kepercayaan dari orang-orang.

3.  Jadikan Al-Qur’an dan sirah (biografi) Nabi Muhammad sebagai petunjuk dalam berdakwah.

Baca dan pahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang bagaimana Rasulullah mempresentasikan risalah Islam kepada umatnya. Lalu bacalah kitab-kitab sejarah Rasul untuk melihat bagaimana beliau menyajikan Islam ke banyak orang yang berbeda-beda, termasuk kepada para remaja dan pemuda ketika itu. Demikian pula, bacalah pengalaman-pengalaman para juru dakwah lainnya ketika berdakwah.

... Baca dan pahami ayat-ayat Al-Qur’an yang berbicara tentang bagaimana Rasulullah mempresentasikan risalah Islam kepada umatnya...

4.  Bicaralah  kepada orang-orang seakan-akan kamu tidak mengetahui mereka.

Jangan mengira bahwa kamu bisa mengetahui seseorang hanya dengan melihatnya. Misalkan, kamu menyangka bahwa seorang remaja atau pemuda muslim yang tidak pernah melaksanakan shalat Jumat di sekolah atau kampus adalah seorang muslim yang buruk. Padahal, dia mungkin tidak tahu bahwa shalat Jumat itu adalah sebuah kewajiban bagi laki-laki. Maka ada baiknya jika kamu mendekatinya, bertanya dan memberitahunya mengenai hal itu.

5.  Tersenyumlah

Kamu pasti tahu bahwa Rasulullah adalah sosok yang murah senyum. Namun kebanyakan muslim dan muslimah sekarang ini begitu sulit untuk menyunggingkan senyum di wajah mereka.

Tersenyum, berlaku santun dan baik merupakan bagian dari akhlak Rasulullah yang harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita ingin melakukan pendekatan kepada seseorang, maka kita harus membuat diri kita approachable (mudah didekati). Maka senyum menjadi kuncinya.

Tindakan approachable yang kita lakukan tersebut tidak berarti kita menjadi seseorang yang genit dan penggoda lawan jenis. Karena Islam mengatur bagaimana seharusnya pria dan wanita berinteraksi. Dakwah tidak bisa menjadi alasan seseorang terlibat dalam obrolan panjang dengan lawan jenisnya.

6.  Ambil inisiatif dan berkumpullah bersama mereka

Ambil langkah awal dan ajaklah seseorang yang ingin kamu ajak bicara untuk makan siang bersama atau buka bersama di bulan Ramadhan. Pun demikian, mengurai kesulitan bersama, memecahkan persoalan, atau berbagi kesedihan untuk kemudian dicarikan solusinya. Be a shoulder to cry on. Ya siapkan bahumu untuk dijadikan sandarannya saat menangis. Atau menjadi teman untuk mendiskusikan beragam persoalan. Namun jika persoalan itu adalah sesuatu yang serius, semisal temanmu hendak melakukan bunuh diri atau mengonsumsi narkoba, maka ada baiknya jika kamu berkonsultasi dengan orang-orang dewasa atau para pakar.

... Be a shoulder to cry on. Ya siapkan bahumu untuk dijadikan sandarannya saat menangis. Atau menjadi teman untuk mendiskusikan beragam persoalan...

7.  Tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang relevan untuk kapan pun dan di mana pun.

Tunjukkan kepada mereka bahwa Islam adalah agama yang relevan dan up to date; untuk kapan pun dan di mana pun

Tak sedikit remaja dan pemuda yang menganggap bahwa Islam adalah kuno dan jadul (old fashoned). Maka kamu harus membuktikan bahwa asumsi mereka adalah salah besar. Tunjukkan bahwa Islam adalah sesuatu yang realistis. Seperti tentang hubungan dengan Allah, tunjukkan kepada mereka bahwa setiap muslim bisa dekat dengan Allah; di mana saja dan kapan saja. Allah bahkan bisa lebih dekat dengan mereka dari urat nadi mereka.

Dorong mereka untuk meminta pertolongan Allah setiap kali menghadapi kesulitan, ujian, atau persoalan-persoalan di rumah. Tekankan kepada mereka bahwa Islam sangat dekat dengan remaja dan pemuda. Islam sangat memperhatikan mereka dan mengerti siapa mereka dan hendak ke mana mereka melangkah. Yan mana hal-hal tersebut tidak dapat dilakukan teen culture lainnya.

8.  Ajak mereka untuk terlibat dalam kerja-kerja sukarelawan denganmu.

Jika kamu sudah terlebih dulu bergabung dalam sebuah komunitas, maka bantulah teman-temanmu untuk juga terlibat dalam komunitas-komunitas yang positif. Libatkan mereka dalam curah gagasan mengenai aktivitas sekolah, rohis, dan lainnya. Karena dengan begitu, teman-temanmu merasa bahwa mereka adalah bagian dari komunitas muslim dan memiliki potensi serta andil.

... Jika kamu sudah terlebih dulu bergabung dalam sebuah komunitas, maka bantulah teman-temanmu untuk juga terlibat dalam komunitas-komunitas yang positif...

9.  Lontarkan 4 pertanyaan pokok kepada mereka.

Ketika relasi pertemananmu semakin berkembang, maka kamu bisa melemparkan beberapa isu atau topik yang serius. Sebagai contoh, kamu bisa mendiskusikan tentang tujuan-tujuan dan rencana-rencana masa depan. Dengan demikian, sedikitnya ada 4 pertanyaan yang dapat mengantarkan tema menuju Allah dan Islam. Pertama, apa tujuan hidupku dan apa yang dapat mendatangkan kebahagiaan dalam hidupku? Kedua, apa yang harus aku yakini? Ketiga, kepada siapa aku harus berterimakasih dan bersyukur? Keempat, bisakah aku sampai di posisi di mana aku berada tanpa bantuan siapa pun?

10. Tekankan pentingnya kewajiban shalat lima kali

Sebelum mendiskusikan atau mengajak mereka melakukan berbagai aspek di dalam Islam, tekankan pentingnya kewajiban shalat lima kali dalam sehari kepada mereka.

Dalam basis ibadah sehari-hari, hubungan seseorang dengan Allah dilihat dari shalat yang dilakukan lima kali sehari. Jangan melontarkan berbagai aspek Islam lain sebelum teman-temanmu bertekad untuk menjaga shalatnya. Beritahu mereka bahwa hubungan langsung seseorang dengan Allah ada pada shalat. Apabila mereka menghadapi kesulitan, ajarkan kepada mereka bagaimana shalat yang benar sesuai petunjuk Nabi Muhammad. Jika memungkinkan, lakukanlah shalat berjamaah pada saat kalian berkumpul atau bepergian. Jika mereka sudah rajin shalat, barulah lontarkan ajaran-ajaran Islam lainnya kepada mereka.

... Jangan melontarkan berbagai aspek Islam lain sebelum teman-temanmu bertekad untuk menjaga shalatnya. Beritahu mereka bahwa hubungan langsung seseorang dengan Allah ada pada shalat...

11.  Selalu mendukung mereka

Ingatlah bahwa ketika seseorang semakin sering mempraktikkan ajaran-ajaran Islam, maka hal ini tidak berarti mereka telah sempurna berislam dan akan giat seterusnya. Karena tetap akan ada masa-masa yang sulit. Terkadang ada waktu ketika teman-temanmu memiliki keraguan atas ajaran-ajaran Islam. Jadi, tetaplah mendukung mereka dan ‘tenangkanlah’ mereka. Selamat mencoba. [ganna pryadha/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version