View Full Version
Senin, 23 Mar 2015

Black Swan: Karena Bedamu adalah Cantik

         Di artikel sebelumnya telah dibahas contoh cantik tapi dari segi secara umum yaitu fisik semata. Padahal cantik fisik itu relatif sedangkan jelek itu mutlak, hehehe just kidding. Ada cewek yang menurut si A cantik tapi menurut si B jelek, begitu sebaliknya. Belum lagi, definisi dan kriteria cantik di satu tempat dengan tempat yang lain juga tak selalu sama. Orang barat suka sekali dengan cewek berkulit sawo matang cenderung gelap, berhidung pesek dan berpipi tembem. Eksotis katanya.

         Eh, orang-orang Asia Tenggara lebih menyukai cewek berkulit putih, hidung bangir, pipi tirus dan langsing. Duh mikirin cantik menurut versi A versi B bikin pusing. Intinya, cantik fisik itu hanya sepersekian dari keseluruhan faktor yang menjadikan diri kita cantik seutuhnya. Nah, cantik seutuhnya ini yang kayak gimana sih? Ini aja deh yang kita bahas ya. Akur dong! 

Cantik itu Pasti, Jelek itu Persepsi

           Manusia itu ciptaan Allah adanya. Allah adalah Sang Pencipta Yang Maha. Maksudnya, semua makhluk yang diciptakanNya terutama manusia sudah tentu dalam bentuk dan kondisi yang sebaik-baiknya. Tak ada ciptaanNya yang dibuat asal-asalan sehingga mendapat predikat buruk atau jelek. Naudzubillah. Mahasuci Allah dari hal demikian.

            Begitu juga dengan kaum hawa alias cewek. Mereka, saya, kita semua diciptakan indah karena Allah penyuka keindahan. Secara otomatis, setiap cewek di muka ini menyandang status cantik, at least di mata ibu masing-masing dong. Kepastian ini seharusnyalah membuat manusia itu pandai bersyukur bukan malah kufur.

            Karena kondisi inilah, maka tak ada cewek yang berhak menyandang predikat jelek. Karena sesungguhnya jelek itu hanya persepsi manusia. Mereka suka membandingkan antara satu ciptaan dengan ciptaaan lainnya, satu cewek dengan cewek lainnya. Dan karena manusia itu penuh keterbatasan maka penilaian dari perbandingan ini akhirnya sebatas materi atau fisik. Jarang sekali perbandingan yang ada menyentuh hal-hal penting dan berkualitas semisal kepribadian.

            Lagipula, dengan adanya perbandingan, secara tak sadar ada pengakuan. Tak akan ada yang namanya cantik tanpa ada pembanding jelek, meskipun sekali lagi definisi ini masih debatable. Tak ada mancung tanpa ada pembanding bernama pesek. Tak ada yang  namanya tirus tanpa si tembem. Jadi ternyata, mereka yang disebut jelek adalah mereka yang cantik dengan caranya sendiri.

           Cara Allah menciptakan keberagaman untuk saling menghargai bukan menghina. Perbedaan fisik ini untuk  menunjukkan betapa Mahaberkuasanya Allah memberi bentuk yang berbeda-beda. Bayangkan bila semua ini diciptakan Allah sama, pasti monoton dan tak ada pembeda. Bahkan di titik inilah pembeda sejati adalah yang bernama takwa. Ini saja yang pantas untuk dibandingkan, dan pembandingnya yang pantas hanya Allah Ta’ala.

Jadi, jangan pernah minder ketika kita secara qadha dikaruniai hal fisik yang masuk kategori tidak ideal atau tidak disuka oleh mayoritas orang di sekeliling kita. Toh kita hidup bukan untuk mencari ridho manusia. Fokuskan saja dirimu untuk semakin meng-upgrade kualitas diri demi mencari ridho Allah semata. Dan biarkan bedamu itu cantik dalam balutan keimanan dan ketakwaan saja. Insya Allah. (riafariana/voa-islam.com)

Ilustrasi: mirror

Artikel sebelumnya: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2015/03/19/35989/black-swan-karena-kecantikan-bukan-hanya-fisik/#sthash.70cHlmmQ.dpbs


latestnews

View Full Version