View Full Version
Senin, 27 Jun 2016

Islam Tegak dengan Jihad dan Aliran Darah Syuhada

Oleh: Dwi Ira

Beginilah para Sahabat Rasulullah memahami dan mengaplikasikan Islam Rahmatan Lil'alamin.

Sepeninggal Rasulullah SAW yang kemudian kepemimpinan dipegang oleh sayyidina Abu Bakar as-Siddiq, banyak kabilah enggan membayar zakat. Menanggapi hal ini Abu Bakar berkata, "Demi Allah, orang yang keberatan menunaikan zakat kepadaku, seperti yang dulu mereka lakukan kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam, akan kuperangi."

Umar bin Khattab yang melihat sikap Abu Bakar, khawatir sekali bahwa jalan kekerasan demikian akan sangat berbahaya untuk kaum Muslimin.

Umar menjawab dengan nada agak keras juga, "Bagaimana kita akan memerangi orang-orang yang Rasulullah Sallallahu 'alaihi wasallam berkata, 'Aku diperintah memerangi orang sampai mereka berkata: Tiada tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul-nya. Barang siapa berkata demikian darah dan hartanya terjamin, kecuali dengan alasan, dan masalahnya kembali kepada Allah".

Tanpa ragu Abu Bakr langsung menjawab Umar, "Demi Allah, aku akan memerangi siapa pun yang memisahkan salat dengan zakat. Zakat adalah harta. Dikatakan: "kecuali dengan alasan yg dibenarkan Allah".

Dalam pembicaraan tersebut sumber-sumber menyebutkan bahwa Umar kemudian berkata, "Demi Allah, tiada lain yang harus kukatakan, semoga Allah melapangkan dada Abu Bakr dalam berperang. Aku tahu dia benar."

Kaum yang enggan berzakat saja diperangi, bagaimana kira-kira sikap para sahabat jika melihat kondisi saat ini? Para pemimpin dan rakyatnya melegalkan LGBT dan zina, memakmurkan RIBA, mengganti hukum Allah dengan hukum buatan manusia. Apa kalian kira mereka hanya akan berdiam diri (?).

...Tak ada satu pun ulama yg meragukan bahwa Islam tegak dan menyebar dengan mengalirkan darah para syuhada. Dengan jihadlah Persia ditaklukkan dan Konstantinopel dikuasai hingga berkembang menguasai 2/3 dunia...

Perhatikanlah pula cara Khalid bin Walid, jendral perang nomer wahid dalam menyebarkan Islam rahmatan lil'alamin ke negeri-negeri raksasa pada masa itu, salah satunya adalah Persia.

Sikap Khalid tampak jelas dalam surat yang dikirimnya pada Hormuz penguasa Persia.
Isi surat itu tidak hanya seruan dakwah kepada Islam, melainkan juga menampilkan sikap kepahlawanan barisan muslimin, bahwa yang mereka cari hanya dua, kemenangan atau mati syahid.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dari Khalid Ibnu Walid kepada para pembesar Persia. Keselamatan bagi siapa saja yang mengikuti petunjuk.

Amma ba’du

Segala puji kepunyaan Allah Subhanahu wata’ala yang telah memorak-porandakan kaki tangan kalian, merenggut kerajaan kalian, serta melemahkan tipu daya kalian. Siapa yang shalat seperti shalat kami dan menghadap kiblat kami, jadilah ia seorang muslim. Ia akan mendapatkan hak seperti yang kami dapatkan, dan ia memunyai kewajiban seperti kewajiban kami.

Bila telah sampai kepada kalian surat ini, maka hendaklah kalian kirimkan kepadaku jaminan (jizyah), dan terimalah perlindungan dariku.

Kalau tidak, maka demi Allah Subhanahu wata’ala yang tiada sesembahan yang haq selain Dia, akan kukirimkan kepada kalian satu kaum yang mencintai kematian, seperti kalian yang masih sangat mencintai hidup!”

dalam redaksi lain ada yg menerjemahkan,

"... Masuklah ke dalam Islam dan kau akan selamat. Atau bayarlah jizyah, dan kau serta rakyatmu akan berada di dalam perlindungan kami, jika tidak maka kau tidak bisa melakukan hal lain selain menyalahkan dirimu sendiri, karena aku akan mengirimkan orang-orang yang lebih mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan.”

Redaksi surat Khalid jelas, bukan sekadar seruan tetapi ancaman.

Atas izin Allah ta'ala, Allah memenangkan Khalid dan pasukan atas negeri Persia seperti yang pernah dikatakan Rasulullah SAW.

Kemenangan demi kemenangan, invasi demi invasi dilakukan untuk menyebarkan Islam. Tak ada satu pun ulama yg meragukan bahwa Islam tegak dan menyebar dengan mengalirkan darah para syuhada. Dengan jihadlah Persia ditaklukkan dan Konstantinopel dikuasai hingga berkembang menguasai 2/3 dunia.

Jadi bagi kalian yang menghina jihad dan mujahidin saat ini, berilah hujjah bila kalian orang-orang yang benar! Wallahu alam. (riafariana/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version