View Full Version
Ahad, 24 Jul 2016

Hari Pertama Sekolah Jangan Sekedar Seremonial

Sahabat VOA-Islam...

Senin, 18 Juli 2016 adalah Hari Pertama Sekolah untuk tahun ajaran 2016/2017. Ada suasana yang beda di HPS kali ini. Perbedaan itu adalah kehadiran orang tua untuk menghantarkan putra/putri nya ke sekolah. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Kemendikbud No 4 Tahun 2016 tentang Hari Pertama Sekolah. Dalam surat edaran tersebut Anies Baswedan menghimbau masyarakat untuk menghantarkan anaknya di Hari Pertama Sekolah (HPS). Tentunya hal ini adalah hal baru di Indonesia dan merupakan himbauan yang layak mendapatkan acungan jempol.

Dan apabila kita mau menelusuri lebih jauh, ternyata moment menyambut hari pertama sekolah tidak hanya ada di Indonesia. Kenyataannya di beberapa Negara telah menjadi tradisi untuk  memeriahkan hari pertama sekolah. Di Negara Rusia hari pertama sekolah disebut sebagai Hari Pengetahuan. Anak-anak memakai pakaian terbagus mereka dan membawakan kado untuk gurunya. Lain lagi di Negara Jerman. Pada hari pertama sekolah siswa kelas 1 SD akan menerima tas berbentuk kerucut yang dinamai schultute yang berarti tas sekolah. Di dalam tas ini berisi permen, hadiah dan juga perlengkapan sekolah. Tas ini bukan untuk dibawa pulang, melainkan untuk digantung dilangit-langit kelas setelah isinya diambil oleh siswa yang bersangkutan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengingatkan siswa bahwa sekolah itu menyenangkan. (www.dapur guru.com). Demikianlah beberapa tradisi Hari Pertama Sekolah (HPS) dibeberapa Negara.

Hal penting yang dapat dipetik dari himbauan Bapak Kemendikbud ini adalah bahwa menghantarkan anak ke sekolah haruslah dijadikan sebagai kebiasaan bagi orang tua. Jadi tidak hanya dihari pertama sekolah saja. Tapi dihari-hari berikutnya juga dilakukan dengan penuh kesadaran dan keikhlasan. Meskipun terkesan sepele kegiatan mengantar anak ke sekolah ini namun memberikan pesan yang begitu mendalam bagi anak-anak apalagi diusia TK dan sekolah dasar. Dari sini seorang anak akan merasakan kasih sayang, perhatian dan dukungan orang tuanya dalam menuntut ilmu. Sehingga akan tumbuh dalam jiwa anak semangat dan penuh percaya diri di sekolah.

Tentunya agar himbauan Bapak Anis Baswedan ini tidak hanya menjadi seremonial saja di hari pertama masuk sekolah maka harus ada surat edaran berikutnya yang menghimbau orang tua untuk membiasakan bisa menghantarkan putra-putrinya ke sekolah. Kaum hawa baik yang bekerja maupun tidak bekerja di kantor sudah seharusnya memberikan waktunya untuk mengurus anak-anaknya sehingga tidak terabaikan tanggungjawabnya terhadap putra-putri mereka.  

Demikian pula juga kaum Adam tidak ada larangan untuk ikut serta dalam mengantar anak-anaknya ke sekolah. Karena sebenarnya tugas mendidik anak yang utama dan pertama ada ditangan Ayah dan Ibunya.  Dan mengantarkan putra putrinya ke sekolah adalah bagian dari pendidikan dan teladan yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Wallahua’lam. [syahid/voa-islam.com]

Penulis: Puji Astutik


latestnews

View Full Version