View Full Version
Senin, 07 Aug 2017

Ini Dia 17 Kata Baru dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

JAKARTA (voa-islam.com) - Maret 2017 silam ada 17 kata baru Indonesia diunggah ke publik, namun masih ada yang belum familiar dengan kata-kata tersebut, apa saja sih?

Wajib Dibaca, Kamus Besar Bahasa Indonesia Punya 17 Kata Baru yang Unik


Quote:Pernah dengar kata Pramusiwi? Pranala? Gawai? Kata-kata tersebut adalah kata-kata baru di Bahasa Indonesia, yang muncul bersamaan dengan era teknologi saat ini. Kata-kata tersebut digunakan untuk menggantikan kebiasaan kita menggunakan Bahasa Inggris.

Kata seperti "Unduh" yang menggantikan Download, "Unggah" yang menggantikan Upload, "Simpan" yang menggantikan Save, dan "Potong" yang menggantikan Cut, sudah sering kita gunakan dalam penggunaan teknologi.

Ternyata masih ada beberapa kata yang terlalu baru dan unik bermunculan dalam KBBI. Berikut penulis paparkan beberapa kata baru yang masih begitu jarang digunakan.



Quote:Gawai

Gawai adalah kata yang digunakan untuk menggantikan kata Gadget. Jangan terkejut, karena gawai juga memiliki arti sebagai perkakas atau alat.

Ponsel, laptop, tab, komputer dan sebagainya secara tidak langsung juga berupa alat atau perkakas. KataGadget, atau sering dieja gejed, sudah terlalu terbiasa diucapkan oleh masyarakat Indonesia. Saat ini, media cetak dan daring nasional sudah mulai menggunakan kata Gawai untuk menggantikan Gadget.



Quote:Pramusiwi

Masih terbiasa menyebut kata babysitter untuk penjaga dan pengasuh bayi? Tenang. Dalam Bahasa Indonesia, babysitter berarti Pramusiwi. Biasakan,yah. emoticon-Big Grin


Quote:Tetikus

Ehm, silakan arahkan kursor tetikus Anda ke sudut kiri situs ini. Kalian tahu apa arti tetikus, kan? emoticon-Malu


Quote:Warganet

Warganet muncul untuk menggantikan kata Netizen. Sebelumnya, kata Netizen juga muncul sebagai plesetan dari kata Citizen di internet. Jadi, siap-siap mendirikan RW (Rukun Warganet) di grup Facebook agan emoticon-Ngakak (S):


Quote:Pranala

Kata Pranala muncul untuk menggantikan kata Hyperlink atau Link, yang sudah terbiasa disebut dalam bahasa IT.


Quote:Daring dan Luring

Daring muncul untuk menggantikan online. Daring juga akronim dari dalam jaringan. Sedangkan Luring adalah akronim dari luar jaringan muncul untuk menggantikan kata offline.


Quote:Swafoto

Swafoto berarti foto sendiri, atau mengambil foto dengan usaha sendiri. Kata ini muncul untuk menggantikan kata selfie.wah mpook selfi udh tergantikan nih sma swafoto emoticon-Big Grin


Quote:Peladen

Mirip profesi seseorang yang bertugas untuk meladeni. Tapi, faktanya kata peladen muncul untuk menggantikan kata server emoticon-Ngakak (S): Jauh banget yh gan emoticon-Big Grin


Quote:Komedi Tunggal

Frase ini muncul untuk menggantikan frase stand up comedy yang sebenarnya kalau dialihbahasakan menjadi komedi berdiri.


Quote:Saltik

Seperti daring dan luring, kata Saltik juga merupakan akronim, yang berarti Salah Ketik. Langsung tahu kan, kata ini untuk menggantikan kata apa? Jd ga ada typo typoan di B.Indonesia ya gan emoticon-Big Grin


Quote:Derau

Noise yang sebenarnya berarti ribut, sering pula digunakan untuk suara yang tidak diperlukan dalam satu rekaman suara atau video. Kata noise itu digantikan oleh kata Derau.


Quote:Pratayang

Anda masih sering menggunakan kata Preview? Silakan gantikan dengan kata Pratayang.emoticon-Big Grin


Quote:Hektare

Ini sebenarnya kata lama, hektar, tapi perbedaannya adalah huruf 'e', untuk kata ini tetap ditulis dan tetap dibaca. Jadi bukan hektar tapi hektare, e tetep dibaca gan emoticon-Big Grin


Quote:Portofon

Portofon? Kata ini muncul untuk menyebut Handy Talkie (atau HT) dalam bahasa Indonesia emoticon-Big Grin


Quote:Mangkus dan Sangkil

Kalian tahu, mangkus berarti efektif, sangkil berarti efisien. Begitu saja singkatnya emoticon-Big Grin


Quote:Narahubung

Kata ini digunakan untuk menggantikan frasa contact person.


Quote:Pelantang

Dan yang terakhir, Kata ini digunakan untuk menggantikan kata Microphone
.

Quote:Aneh ya gan? emoticon-Ngakak (S) 
Masih banyak kata lainnya, yang masih belum dikenal luas, dan digunakan warga Indonesia seluruhnya. Beberapa ahli bahasa, media, penulis, wartawan, dan pengguna bahasa lainnya sudah menggunakannya.

[idntimes/dsb/adivammar/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version