View Full Version
Selasa, 28 Nov 2017

Dakwah dan Tantangan Masa Kini

Oleh: Eli Marlinda S.Pd.i

Islam adalah agama dakwah. Islam memerintahkan kepada setiap hamba yang beriman kepada allah untuk menyeru manusia mengajaknya kepada jalan Allah, seperti yang terdapat dalam firman-Nya, Surat An-Nahl:125

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk"

Menyeru kepada yang makruf (kebaikan) dan mencegah dari perbuatan munkar merupakan identitas seorang muslim. Mengemban dakwah adalah aktifitas para Nabi dan Rasul serta aktifitas orang-orang yang selalu mengikuti jejak mereka dan senantiasa berjalan diatas manhaj mereka.

Pastinya dakwah akan menemukan tantangan dari musuh-musuh islam yang ingin memadamkan dakwah ini. seperti yang digambarkan oleh Allah dalam alqur'an surah At-Taubah:32.

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.

Kita bisa melihat bisa melihat kasus pembubaran pengajian Ustadz Felix yang di lakukan oleh sekelompok orang yang notabene nya orang muslim. Mereka menyebarkan fitnah, propaganda2 yang tidak berdasar agar dakwah terhenti.

Berbicara tentang tantangan dalam dakwah, bukan hanya terjadi di zaman now saja, bahkan jauh sebelum itu tantangan dakwah telah ada. Bahkan secara fisik, berbagai macam penyiksaan, ancaman terhadap jiwa dan penghinaan terhadap para pengemban dakwah.

Lihatlah bagaimana Rasulullah dan para sahabat, mereka mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi oleh orang-orang quraisy jahil. Mereka mencaci, menyiksa dan memboikot selama 3 tahun.

Semua itu di lakukan agar mereka kembali ke agama nenek monyang. Musuh-musuh islam dan musuh2 dakwah senantiasa mencurahkan pikiran dan tenaga mereka untuk menghalangi dakwah islam dan pengembannya.

Bahkan pada saat itu orang-orang kafir Makkah menawarkan banyak hal kepada Rasulullah SAW seperti kekuasaan, harta dan wanita yang merupakan senjata musuh-musuh Allah dimanapun dan kapanpun agar beliau meninggalkan dakwah nya. Akan tetapi, Rasulullah SAW tidak tergiur sedikitpun dengan tawaran mereka. Bahkan Rasulullah tetap berpegang teguh pada dakwahnya.

Tantangan itu kini pun terulang kembali di zaman now. Bermunculan sekelompok orang yang ingin menghentikan dakwah, lalu memfitnah dengan cara yang sama.

Lihatlah bagaimana dakwah itu diancam lewat perppu ormas menjadi UU. Perppu tersebut bukan hanya membubarkan organisasi tapi sangat berbahaya dalam keberlangsungan
dakwah di negeri ini.

Kemudian kriminalisasi terhadap islam, aktivisnya dan para ulama. Disaat yang sama pelaku penistaan terhadap Alqur'an malah dilindungi bak anak emas.

Tantangan dakwah ini akan terus ada, fokus pada tujuan sampai kemenangan itu tiba. Atas dasar itu, pengemban dakwah wajib bersikap teguh dan konsisten dalam dakwah, juga wajib menentang setiap upaya busuk musuh-musuh islam.

Pengemban dakwah harus meyakini bahwa apa yang diserukannya, berupa pemikiran dan hukum-hukum syariat itu adalah benar, karena bersumber dari Allah. Terus berjuang dalam kondisi bagaimanapun dan apa pun akibatnya, hingga Allah memenangkan dakwah ini. Wallahu'alam Bishowab. [syahid/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version