View Full Version
Rabu, 04 Apr 2018

Bahaya Sekularisasi Remaja

Oleh: Sahu Ria

Remaja tentu menyumbang polulasi sangat besar di Indonesia. Menurut data royeksi penduduk tahun 2014, jumlah remaja mencapai sekitar 65 juta jiwa atau 25% dari 255 juta jiwa penduduk di Indonesia.

Akibat system secular yang merusak yang diterapkan oleh Negara, kalangan remaja yang jumlahnya puluhan juta tersebut juga karena dampaknya. Banyak kasus miris menimpa remaja saat ini.

Disebutkan, misalnya, pada tahun 2008 saja, menurut hasil survey yang dilakukan oleh salah satu lembaga, 63% lembaga di Indonesia sekolah SMP dan SMA sudah melakukan hubungan seksual diluar nikah dan 21% diantaranya melakukan aborsi.

Bisa dibayangkan, dalam 10 atau 20 tahun kedepan, betapa makin rusaknya kehidupan remaja kita jika system sekuler ini harus di pertahankan dan syariah islam tidak segera diterapkan. Sekularisme adalah paham yang mengisahkan agama dan kehidupan. Sekularisme telah merasuki halangan remaja dengan cara sendiri.

Hampir tiap waktu, misalnya, bermunculan film bergenre remaja yang penuh dengan nilai nilai secular. Temannya tak jauh dari pacaran yang menjerumuskan pada pergaulan bebas. Film “Dilan 1990” yang menghebohkan saat ini hanya salah satu dari ribuan film yang ada. Film berlatar belakang percintaan remaja tahun 1990 ini yang mulai tayang di bioskop pada akhir januari 2018 ini –konon hanya ditonton satu juta orang.

Tak hanya film bioskop di sinetron, dunia entertainment lainnya syarat dengan faham yang semakin menjauhkan remaja dari nilai nilai Islam. Dengan sekularisme, identitas keisaman yang semestinya melekat pada pemuda dan remaja menjadi hilang. Semuanya mengekor budaya barat yang sekularistik. Kondisi ini tentu berbahaya bagi masa depan remaja.

Pemuda harapan Islam, al-quran banyak mengisahkan perjuabgan nyata para nabi dan Rasul SAW yang semuanya orang-orang terpilih dari kalangan pemuda. Bahkan ada diantaranya yang telah diberi kemampuan untuk berdebat dan berdialog sebelum umurnya genap 18 tahun.

Berkata Ibnu Abbas Rasulullah saw : “tak ada seorang nabi pun yang diutus Allah melainkan ia (dipilih) dari halangan pemuda.” Kemudian Ibnu Abbas membaca Al-quran surat Al-anbiya (29) ayat 60 (yang artinya) : mereka berkata, “kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim. Junjungan kita nabi Muhammad SAW.

Diangkat Rasul tatkala berumur 40 tahun para pengikut beliau generasi pertama kebanyakan juga dari kalangan pemuda/remaja, bahkan ada yang masih kecil. Usia para pemuda /remaja Islam yang dibina pertama kali oleh Rasulullah SAW.

Ada perbedaan tentang dakwah Islam masa kini dan masa lalu. Dulu rasul SAW, dan para sahabat hanya menghadapi kaun musyrik Qurais, ahli kitab (Yahudi, Madinah, Nasrani Najran dan Nasrani Romawi) sertCelakanya Isme-Isme tersebut berhasil menipu sebagian kaum Muslim di dunia Islam. Isme-isme yang  telah menyebar keseluruh dunia saat ini berpangkal dari munculnya sekularisme. Paham yang memisahkan agama dari kehidupan.

Karena itu para pemuda Islam wajib mempersiapkan dari dengan pemahaman Islam yang jernih ini mendalam agar mampu menampilkan Islam sebagai  system hidup yang kontrehansif dan menjadi satu-satunya system hidup alternative bagi dunia.

Banyak diantara pemuda sekarang yang telah bangkit, sadar, dan bangun dari tidurnya. Bahwa Islamlah satu satunya pandangan hidup mereka. Inilah masa kebangkitan pemuda Islam. Persatuan dunia Islam dan tegaknya kembali panji lailahaillallah muhammadarrasulullah ada dihadapan mereka.

Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang beriman, jika kalian menolongi (agama) allah, pasti Allah menolong kalian dan mengokohkan kedudukan kalian ( TQS. Muhammad (27):7). J

Jadi, tunggu apalagi, wahai pemuda?! [syahid/voa-islam.com]

Sahu Ria

Sahu Ria

Sahu Ria

Share this post..

latestnews

View Full Version