View Full Version
Rabu, 27 Jan 2010

Korsel - India Terlibat Simbiosis Mutualisme Nuklir

NEW DELHI (SuaraMedia News) – Hubungan antara Korea Selatan dan India makin mesra saja. Pada awal minggu ini, Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak mengunjungi India dan menawarkan kerjasama bilateral di bidang nuklir.

Lee, dengan didampingi para tokoh politik dan tokoh bisnis terkemuka, melakukan kunjungan selama empat hari di India. Lee adalah tamu utama dalam perayaan nasional Hari Republik India yang digelar pada hari Selasa (26/01).

Pada hari Senin (25/01), Lee mengadakan pertemuan dengan para tokoh bisnis terkemuka India serta pertemuan tingkat kepala pemerintahan dengan Perdana Menteri India Manmohan Singh.

Dalam sebuah jamuan makan siang dengan para pemimpin bisnis, Lee membahas perdagangan antara India dan Korea Selatan. Perdagangan antara India dan Korea Selatan telah berkembang dengan begitu menggembirakan, meningkat lebih dari lima kali lipat sejak tahun 2002. Jika pada tahun 2002 angka perdagangan antara kedua negara adalah sebesar 3 milyar dolar, maka kini angka itu telah mencapai 15,6 milyar dolar. Kelompok dagang terkemuka dari India, FICCI, memperkirakan bahwa perdagangan antara kedua negara dapat mencapai 100 milyar dolar pada 2020.

Menurut Lee, Kesepakatan Kerjasama Ekonomi Komprehensif antara kedua negara sebagai hal yang akan menghapus atau mengurangi sebagian besar hambatan perdagangan bilateral. Maka, kata Lee, akan ada “era baru” bagi kedua negara.

Secara spesifik, Lee menawarkan kerjasama di bidang nuklir. “Ini adalah area yang sangat produktif untuk bekerjasama demi keuntungan mutual,” kata Lee kepada para pemimpin bisnis.

Korea Selatan dan India memang berada dalam posisi yang pas untuk melakukan simbiosis mutualisme dalam bidang nuklir.

India sedang mencari energi yang bersih dalam jumlah besar dan mempertimbangkan penggunaan nuklir sebagai penggerak pembangunan. Saat ini, seluruh dunia resah akibat pemanasan global. Negara-negara berkembang, termasuk India, terus mendapat tekanan untuk mengurangi emisi karbon. Maka, India pun melirik nuklir sebagai sumber energi bersih. Perdana Menteri Manmohan Singh telah membuat peta jalan energi dan peta tersebut menunjukkan kemajuan.

Sementara, Korea Selatan adalah pembuat reaktor nuklir. Baru-baru ini, Korea Selatan memenangkan kesepakatan untuk mendesain, membangun, dan mengoperasikan pembangkit listrik tenaga nuklir senilai 20,4 milyar dolar di Uni Emirat Arab. Lee pun menawarkan bantuan kepada India untuk membangun reactor nuklir.

Menteri Perdagangan India, Anand Sharma, mengatakan bahwa New Delhi mengharapkan integrasi Asia yang lebih besar agar abad ke-21 dapat menjadi “abad Asia” dan kesepakatan dagang dengan Korea Selatan akan membantu terwujudnya sasaran itu. Menurut Sharma, Korea Selatan dapat memainkan peran yang besar dalam mengembangkan infrastruktur India.  India berencana membelanjakan 1,5 bilyun dolar guna membangun pelabuhan, jalan tol, dan berbagai fasilitas lainnya dalam 10 tahun mendatang.

Kerjasama Korea Selatan-India bukannya tanpa masalah. Posco, raksasa baja Korea Selatan, berencana untuk mengembangkan pabrik senilai 12 milyar dolar di timur India. Bagi India, pabrik tersebut merupakan salah satu investasi asing terbesar. Bagi Korea Selatan, investasi itu adalah strategi untuk memperoleh bahan mentah yang lebih murah. Namun, Posco telah terlambat tiga tahun dari jadwal yang ditetapkan akibat adanya protes dari para petani setempat yang berpendapat bahwa proses pembebasan tanah telah berjalan secara tidak adil. Lee meminta pemerintah India untuk memuluskan jalan bagi pembangunan pabrik Posco tersebut. Menteri Baja India, Virbhadra Singh, berjanji untuk memenuhi keinginan Lee tersebut.

Pertemuan pada hari Senin berlanjut dengan penandatanganan empat kesepakatan. Yakni, kesepakatan di bidang Teknologi Informasi dan Jasa, kesepakatan di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, kesepakatan penggunaan luar angkasa untuk tujuan damai, dan kesepakatan untuk memindahkan tahanan antara kedua negara.

Dalam pembicaaran pada tingkat kepala pemerintahan, Lee dan Perdana Menteri Manmohan Singh sepakat untuk mengembangkan perdangan bilateral hingga mencapai nilai 30 milyar dolar pada 2014 dan bekerjasama dalam penggunaan nuklir sebagai sumber energi bersih. Lee dan Singh juga sepakat untuk bekerjasama di bidang angkatan laut. Kedua negara akan menjaga perairan internasional demi menjamin keamanan dan stabilitas di kawasan Asia Pasifik. Kedua pemimpin juga menyatakan komitmen mereka dalam membasmi segala bentuk terorisme.

Pada hari Selasa, Presiden India Pratibha Devi Singh Patil menyelenggarakan jamuan untuk menghormati Lee. Dalam jamuan tersebut, Patil menyatakan bahwa kesepakatan kerjasama ekonomi komperhensif antara India dan Korea Selatan akan membuka kesempatan baru bagi pertumbuhan perdagangan, investasi, dan jasa. Kerjasama bilateral telah meningkat hingga mencapai tingkat strategis dan kedua negara bekerjasama dalam proses pertemuan tingkat kepala pemerintahan Asia Timur. (es/dn/na/gg) www.suaramedia.com


latestnews

View Full Version