

TEL AVIV (SuaraMedia News) – Menurut kabar yang beredar, militer Israel telah mendisiplinkan dua orang perwira tinggi karena telah menyetujui penggunaan bom fosfor putih dalam serangan Gaza tahun lalu, demikian diberitakan oleh sejumlah media setempat.

Situs internet dari surat kabar Haaretz pada hari Senin menyebutkan bahwa dalam sebuah penyelidikan militer yang dilakukan, disimpulkan bahwa ada seorang komandan divisi dan seorang komandan brigade yang membahayakan nyawa manusia dengan memerintahkan penembakan senjata dengan tingkat pembakaran tinggi terhadap sebuah fasilitas milik lembaga bantuan kemanusiaan PBB.
Juru bicara militer Israel tidak bersedia memberikan komentar langsung ketika ditemui pada hari Senin, militer Israel mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pernyataan secara singkat.
Haaretz mengatakan bahwa kedua perwira tersebut, Eyal Eisenberg dan Ilan Malka, menjadi sasaran sanksi disiplin, namun tidak diterangkan secara detail mengenai hukuman yang akan mereka terima.
Disebutkan bahwa tuduhan tersebut tertuang dalam kumpulan dokumen yang diserahkan kepada PBB pada hari Jumat lalu untuk merespon kritikan tajam laporan Goldstone PBB mengenai tindakan militer Israel.
Banyak organisasi hak asasi manusia mengatakan pasukan Israel telah secara ilegal mempergunakan senjata fosfor dan mengakibatkan luka bakar parah pada kalangan masyarakat Palestina.
Akan tetapi, militer Israel membenarkan tindakan yang mereka lakukan, mereka berdalih bahwa bom yang serupa dipergunakan oleh pasukan militer negara Barat lainnya, Israel juga beralasan bahwa bom tersebut dipegunakan di lokasi-lokasi terpencil di Jalur Gaza.
Dari Yerusalem, koresponden Al Jazeera, Jacky Rowland, mengatakan: “Yang harus kami tekankan adalah, tentara Israel melakukan penyelidikan terhadap diri sendiri. Dipandang dari sudut manapun, penyelidikan ini tidak akan bersifat independen.”
“Perlu diingat bahwa sejumlah kelompok hak asasi manusia mengetahui penggunaan bahan kimia secara luas dan sistematik, sementara laporan Israel hanya berfokus pada satu kasus, dan hanya ada dua orang perwira yang didisiplinkan.”
“Namun, kami telah melihat tayangan di Gaza, dimana ada ratusan orang yang mengalami luka bakar karena fosfor putih dalam kampanye militer Israel tahun lalu. Tapi, hanya satu kejadian saja yang menjadi fokus dari penyelidikan Israel.”
Perkembangan tersebut muncul setelah tenggat waktu dari Ban Ki-moon, sekretaris jenderal PBB, untuk berpidato di hadapan Majelis Umum PBB mengenai laporan Gaza, sudah semakin dekat.
Wilayah Palestina terjajah memiliki kepadatan penduduk yang tinggi, dan akses terhadap tanah mereka sendiri dibatasi oleh Israel.
Dengan keluarnya kesimpulan terhadap serangan Gaza, yang diberi nama sandi Operation Cast Lead, Gabi Ashkenazi, jenderal Angkatan Darat Israel, memerintahkan persidangan yang mempertemukan lima komite khusus investigasi, demikian isi laporan Israel untuk PBB.
Salah satu komisi bertugas memeriksa penggunaan bom fosfor putih. Dalam temuannya, para anggota komisi menyebutkan bahwa kedua perwira Angkatan Darat tersebut bersalah dan melangkahi wewenang mereka serta membahayakan nyawa orang lain karena telah menyetujui penembakan bom fosfor putih.
Gideon Levy, seorang analis politik Haaretz, mengatakan kepada Al Jazeera: “Ini pertama kalinya Israel mengakui kesalahan yang mereka lakukan. Oleh karena itu, hal ini merupakan sebuah langkah progresif.”
“Tanpa ada tekanan internasional, (militer Israel) tidak akan melakukan investigasi, tapi saya rasa dunia tidak akan puas dengan langkah yang amat kecil ini.”
Laporan Goldstone, yang diminta oleh Dewan HAM PBB yang bermarkas di Jenewa, dikumpulkan oleh sebuah panel yang terdiri dari para pakar yang dikepalai oleh Richard Goldstone, hakim Yahudi asal Afrika Selatan.
Israel awalnya menolak bekerjasama dengan Goldstone dan dengan penuh amarah menolak temuan-temuan Goldstone.
Namun setelah Majelis Umum PBB pada bulan November tahun lalu mendesak Israel dan Palestina untuk melakukan penyelidikan terhadap temuan Goldstone, Israel memutuskan untuk memberikan informasi mengenai agresi Gaza kepada Ban Ki-moon. (dn/aj) www.suaramedia.com