View Full Version
Jum'at, 14 May 2010

"Buku Baru Susno Bisa Bikin Merah Padam Banyak Pihak"

PAGARALAM (Berita SuaraMedia) - Ribuan warga Kota Pagaralam, Sumatera Selatan menggelar malam seribu lilin dipusatkan di alun-alun kota, sebagai bentuk dukungan kepada mantan Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Susno Duadji yang berasal dari Pagaralam.

Kegiatan warga menyalakan ribuan lilin dimulai pukul 19.00 WIB, dengan melibatkan ratusan mahasiswa, pelajar dan warga Kota Pagaralam.

Kegiatan ini mendapat pengamanan ketat dari anggota gabungan Polres Pagaralam.

Warga nampak antusias dengan berdatangan sambil membawa lilin dan dilanjutkan dengan penandatanganan di atas kain putih ratusan meter yang disediakan panitia tepat di sekitar lilin terpasang.

Kemudian setelah lilin semua menyala, dilanjutkan dengan kegiatan zikir dan doa bersama melibatkan puluhan ribu warga dari berbagai pelosok Pagaralam termasuk dari Jarai, Pajar Bulan, Kabupaten Lahat.

Ketua Panita Pelaksana Kegiatan, Handoko, mengatakan kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan tehadap institusi kepolisian dalam proses penegakan hukum dan termasuk penahanan terhadap Susno Duadji di rutan Brimob Kelapa Dua tanpa bukti yang jelas.

"Kami melakukan berbagai kegiatan, seperti penandatanganan kain putih kemudian dilanjutkan dengan menyalakan seribu lilin sebagai bentuk dukungan moral terhadap Susno Duadji dalam upaya mengungkap berbagai kasus korupsi, seperti makelar kasus," katanya.

Dukungan diberikan untuk menggugah aparat penegak hukum agar tidak melakukan tindakan hanya dengan menggunakan kekuasaan," ujar dia.

Ia mengatakan, seharusnya Susno diberikan perlindungan dan mendapat penghargaan atas jasanya dalam mengungkap berbagai pelanggaran hukum berupa korupsi, sehingga negara dirugikan miliaran hingga triliunan rupiah.

Namun ironis, kenapa justru Susno dijadikan sebagai tersangka musuh polisi dan dilakukan penahanan.

"Siapapun yang berani menegakkan kebenaran dan memberantas korupsi harus didukung bukan hanya terhadap Susno Duadji ini saja. Korupsi harus dibasmi dari muka bumi Indonesia karena sudah mengakibatkan rakyat menjadi miskin dan menderita," kata dia lagi.

Kapolres Kota Pagaralam, AKBP Abdul Soleh, mengatakan untuk pengamanan kegiatan pelaksanaan malam seribu lilin yang dilakukan masyarakat Pagaralam, Polres setempat mengerahkan sekitar 150 personel gabungan.

"Kami jamin kegiatan ini berjalan dengan tertib, aman dan lancar, karena warga yang datang hanya untuk mengikuti kegiatan menyalakan lilin dan zikir bersama," katanya.

Namun pihaknya tetap melakukan pengamanan untuk mendukung kelancaran lalu lintas di lokasi dan mengantisipasi berbagai kemungkinan termasuk aksi kriminalitas lainnya.

Sementara itu, mantan Kabareskrim Susno Duaji akan menolak jika dijadwalkan dan kembali diperiksa Polri dengan status sebagai tersangka.

Hal itu diungkapkan anak pertama Susno, Indira yang mengaku ayahnya akan tetap teguh pada pendiriannya. Indira mengatakan, ayahnya ingin mengungkap kasus mafia hukum lainnya. namun kini masih terisolasi di dalam tahanan.

Hal itu, kata Indira, diperparah dengan larangan penggunaan alat komunikasi apa pun selama dalam sel.

"Papa punya data banyak, tapi semua data ada di laptopnya. kami bahkan tidak boleh membawakan papa laptop. selain itu papa menolak diperiksa lagi kalau statusnya tersangka," ujarnya kepada wartawan.

Indira menyampaikan pesan ayahnya kepada masyarakat untuk tetap mendukungnya agar tetap semangat. Susno, kata Indira, juga meminta maaf kepada setiap tamu yang datang karena terganjal aturan.

"Papa berpesan mohon maaf nggak bisa hubungan keluar, alat komunikasi juga nggak boleh dipakai, papa mohon doa supaya bisa tegar sampai akhir," tandasnya.

Pihak keluarga Susno menjenguknya sore hari, kemarin, dan berbuka puasa bersama. Hari ini adalah malam kedua Susno bermalam di tahanan, pascadipindahkan dari Mabes Polri pada Selasa lalu.

Sedangkan para tokoh puncak Indonesia tempo doeloe maupun tokoh internasional banyak yang menghasilkan naskah bermutu dan berpengaruh justru dari balik jeruji penjara. Mereka umumnya punya banyak waktu buat menulis, meskipun dihadapkan pada pelbagai keterbatasan.

Kini, tokoh yang lagi ngetop mantan Kabareskrim Komisaris Jenderal Pol Susno Duadji, juga sedang menyiapkan naskah buku yang boleh jadi akan bikin merah padam banyak pihak.

Meski dikurung dalam sel berukuran 3x4 meter persegi tanpa ventilasi, Susno terus menulis memakai bolpoin. Tidak ada laptop di sana.

Bahkan saking gandrungnya menulis, Susno sempat meminta keluarganya yang membesuk agar tidak berlama-lama menemuinya karena ingin melanjutkan menulis.

Permintaan Susno tersebut diketahui dari isterinya, Herawati yang menjenguk bersama putri sulungnya, Indira Tantri Maharani dan dua cucunya Almer dan Deas di tahanan.

"Kalau sudah selesai, silakan pulang karena saya mau menulis dulu," ujar Susno seperti ditirukan Herawati kepada wartawan.

Indira juga pernah cerita, ayahnya sudah memulai menulis sejak Rabu (12/5/2010) pagi. Belum diketahui apakah Susno menulis untuk buku barunya terkait kasus lain atau tidak. Tapi, kata Indira, hari pertama di tahanan Susno sudah membuat catatan satu halaman sebagai draf awal rencana penulisan buku.

Namun, penulis buku Bukan Testimoni Susno, Izharry Agusjaya Moenzir, ketika di Batam, pernah menyebutkan, Susno memang sedang menyiapkan buku kedua untuk membongkar skandal pajak yang jauh lebih dahsyat dibanding perkara Gayus HP Tambunan.

Izharry awalnya menduga kasus besar yang ingin diungkap oleh Susno adalah kasus pajak senilai Rp 3,6 triliun, tetapi ternyata masih ada lagi skandal pajak yang akumulasinya mencapai  Rp 250 triliun.

Apapun motifnya, faktanya Susno sekarang adalah minoritas di tubuh Polri yang berani bersuara nyaring soal banyak ketidakberesan di negeri ini. Selamat menulis, jenderal! (fn/ant/ok/km) www.suaramedia.com


latestnews

View Full Version