View Full Version
Kamis, 27 May 2010

Sengketa Facebook Tingkatkan Permintaan Bendera Israel

KARACHI (Berita SuaraMedia) - Di Pakistan sengketa tentang Facebook, sensor dan penistaan agama itu berarti meningkatnya permintaan untuk replika bendera Amerika dan Israel untuk dibakar pada aksi protes itu.

Itu berarti satu hal untuk Mamoon ur  Rasheed, 31 tahun - bisnis - dan ia bekerja sepanjang malam untuk menjahatikan perlengkapan aktivis Islam yang turun ke jalan.

"Saya tidak ada hubungannya dengan partai politik, tapi benar-benar menyenangkan bila Anda melihat karya Anda di layar TV,"ujar Rasheed sambil tertawa kepada kantor berita AFP. "Saya sibuk setiap hari membuat spanduk dan plakat bagi partai-partai agama dan politik yang berbeda, tetapi pekerjaan saya mendapat dorongan - terutama ketika kontroversi internasional tentang Muslim pecah," katanya.

Ketika pengguna Facebook memutuskan untuk mengadakan sebuah kompetisi “Everybody Draw Mohammed Day”  untuk mempromosikan "kebebasan berekspresi", itu memicu reaksi besar di antara aktivis Islam di negara Asia Selatan dari 170 juta jiwa itu.

Islam secara tegas melarang penggambaran nabi sebagai penghinaan apapun dan sengketa itu memicu perbandingan dengan aksi protes di seluruh dunia Islam atas penerbitan kartun satir Muhammad di koran-koran Eropa di tahun 2006.

Beberapa ribu warga Pakistan telah turun ke jalan atas perintah dari kelompok-kelompok keagamaan sayap kanan, yang berpaling ke Rasheed ketika mereka perlu untuk membakar bendera dan spanduk untuk ditulisi.

"Secara umum, kita menerima pesanan untuk banner untuk beberapa demonstrasi per hari, namun karena masalah gambar yang  menghujat itu, jumlah pesanan untuk bendera dan spanduk telah meningkat dari 10 hingga 12 per hari," ujar Rasheed.

"Bendera tersebut dibuat untuk dibakar. Mereka melambangkan apa yang klien kami ingin ekspresikan dan kami dibayar untuk itu, jadi saya senang melihat pekerjaan kami hilang dalam api" Rasheed memiliki sebuah bengkel kerja di mana ia mempekerjakan empat pengrajin untuk melukis bendera dan menulis kaligrafi, dan percetakan kecil.

"Kami telah menerima perintah berkelanjutan untuk bendera Amerika dan Israel. Biasanya kami mencat mereka, tapi ketika permintaan mengalamo lonjakan menjadi ratusan kami mencetak bendera itu agar dapat selesai tepat waktu, "katanya.

Dalam kasus kontroversi kartun Nabi Muhammad, Pakistan memblokir ratusan halaman web untuk membatasi akses ke "materi menghujat", melarang akses ke Facebook dan YouTube - dua situs paling populer di negeri ini.

Sebuah pengadilan di sebelah timur kota Lahore memerintahkan blokir Facebook sampai setidaknya 31 Mei ketika dijadwalkan untuk mendengar petisi dari pengacara Islam.

Meskipun tidak ada protes yang mengerahkan massa, demonstran sporadis terus untuk melampiaskan amarah di Karachi dan kota-kota lainnya.

Rasheed menjalankan bisnisnya pada waktu stres. Periode  yang berbeda-beda berarti permintaan bendera yang berbeda juga. India - saingan terbesar Pakistan dengan siapa negara itu telah berperang tiga kali - Norwegia dan Swedia, dan mantan penguasa kolonial Britania.

Empat tahun lalu, protes luas pecah di negara Muslim konservatif atas kartun satir Muhammad yang diterbitkan oleh sebuah koran Denmark dan kemudian dicetak ulang di negara-negara Eropa lainnya.

Kemudian pada tahun 2008, ribuan Islamis Pakistan berunjuk rasa terhadap film anti-Al-Qur’an dibuat oleh seorang anggota parlemen ekstrim kanan Belanda . Titik pusat yang membangkitkan amarah adalah seniman Swedia Lars Vilks, yang menggambar karikatur menghujat.

Setiap kali mendeketi pemilihan umum atau mulai protes, pedagang grosir menimbun sejumlah besar kain murah dan menuai manfaat.

"Kami mendapatkan permintaan ebih besar dari sejumlah pelukis dan printer saat ini," kata pedagang kain Mohammad Siddique.

"Pakistan adalah negara protes dan untuk ini, tidak diragukan lagi Karachi adalah ibukotanya dan bisnis kami mendapat dorongan dalam keadaan seperti itu," kata Siddique.

Waqar Ahmed, pemilik percetakan di daerah selatan Pakistan Chowk Karachi, mengatakan banjir pesanan untuk di poster, pamflet dan plakat, sementara menyalip bisnis utama di buku dan kartu pernikahan.

"Saya mendapat pesanan untuk pamflet dan poster dalam hal kontroversi atau pemilihan umum," kata Waqar. Ketika Palestina menandai hari Naqba, apa yang disebut hari  bencana ketika penciptaan Israel pada tahun pada 15 Mei 1948, adalah tengara lain.

"Saya mendapatkan beberapa pesanan untuk mencetak bendera Israel dan Amerika Serikat - 100  potong - selama demonstrasi Naqba. Kami juga menjual beberapa bendera Amerika dan Swedia selama protes terhadap Facebook," kata Ahmed. (iw/dn) Click Video dari Kantor Berita AFwww.suaramedia.com


latestnews

View Full Version