View Full Version
Jum'at, 25 Jun 2010

Penentang Masjid Gunakan Rasa Takut Untuk Memecahbelah

WASHINGTON (Berita SuaraMedia) – Hari Kamis (24/6) kemarin, ratusan warga Murfreesboro, Tennessee, datang ke pertemuan Komisi Wilayah Rutherford untuk menyampaikan kemarahan mereka terhadap sebuah Islamic Center di lingkungannya.

Ini hanyalah peristiwa terbaru dalam rangkaian insiden di seluruh penjuru negeri yang mengancam hak konstitusional warga Muslim Amerika.

Di Brentwood, Tennessee, sekelompok warga baru-baru ini menghadang rencana pembangunan sebuah Masjid. Di New York, semakin banyak penentang Masjid yang akan dibangun di dekat Ground Zero.

Serangan 11 September dan aksi-aksi lain menanamkan benih perselisihan, intoleransi, kebencian, dan ketakutan ini. Benih-benih itu kini sedang tumbuh. Permainan Al Qaeda menghancurkan kehidupan warga Amerika, prinsip-prinsip dan nilai-nilai mereka.

Kontroversi ini bukan tentang agama, melainkan tentang keberanian. Terorisme adalah perang psikologis berdasarkan rasa takut. Lawan dari rasa takut adalah keberanian. Tindakan yang diambil AS di dalam negeri adalah untuk meninggalkan politik rasa takut dan merangkul politik keberanian.

Orang-orang yang menentang tempat ibadah itu adalah suara-suara keras, marah, dan seringkali ketakutan yang sama yang terlalu sering terdengar di dalam wacana publik AS belakangan ini.

"Alih-alih bersikap ketakutan, warga Amerika perlu bersikap berani. Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut. Keberanian adalah bertindak terlepas dari adanya rasa takut untuk melakukan hal yang benar ketika hal itu tidak banyak disukai," tulis Ben Leming, veteran Marinir dan perang Irak, kandidat Demokrat untuk Kongres di Distrik Kongresional ke-6 Tennessee, di dalam blognya.

"Kita harus bersatu dengan keberanian untuk bertindak berani untuk meletakkan negara ini di jalur yang benar. Kita harus berani menghadapi bisnis-bisnis besar ketika mereka mengecewakan para pekerja dan pembayar pajak. Keberanian untuk melindungi negara kita dari musuh nyata: Osama bin Laden dan kelompoknya. Jika kita bertindak ketakutan dan mengabaikan prinsip-prinsip kita, maka mereka akan menang," ujar Leming.

Bulan lalu, rencana untuk sebuah Masjid terpisah di Brentwood batal ketika warga yang menentang penataan ulang tanah melakukan kampanye yang menimbulkan kecurigaan tentang Masjid itu dan imamnya. Para penentang mendorong warga untuk menulis surat ke komisi kota dan memicu lebih banyak kontroversi dengan mempertanyakan kaitan Masjid dengan kelompok teroris.

Kevin Fisher, salah satu warga, dan penentang lain mengatakan bahwa prasangka bukan akar dari penentangan mereka di Rutherford County.

"Saya orang Afrika Amerika," ujarnya. "Ini bukan masalah keragaman, ras, atau kebebasan beragama. Saya akan mengatakan hal yang sama jika itu adalah sebuah gereja Kristen."

Sebanyak 17 warga telah mendaftar untuk berbicara di depan komisaris wilayah guna mengekspresikan rasa frustrasi mereka pada persetujuan Komisi Perencanaan Rutherford County atas rencana itu.

Bukan hal yang aneh bagi sebuah rumah ibadah untuk mengalami penentangan. Beberapa penentang memakai alasan kemacetan, zoning, dan celah hukum lainnya sebagai penutup prasangka mereka, ujar Eric Rassbach, direktur litigasi untuk The Becket Fund for Religious Liberty, sebuah lembaga nirlaba di Washington.  (rin/th/sm) www.suaramedia.com


latestnews

View Full Version