View Full Version
Jum'at, 02 Jul 2010

Pimpinan Muslim Sudan Dibebaskan Dari ''Hukuman Tanpa Sebab''

KHARTOUM (Berita SuaraMedia) – Otoritas Sudan melepaskan pemimpin oposisi Islam Hassan al-Turabi setelah satu setengah bulan penahanan di Khartoum dan penutupan harian partainya, keluarga dan staffnya mengatakan.

Pemimpin Islam Sudan Hasan al-Turabi, yang sudah dibebaskan dari penjara, mengatakan bahwa ia ditahan "tanpa sebab" dalam sebuah perpecahan oleh pihak otoritas pada Mei.

"Saya tidak berharap untuk ditahan," Turabi, 78 tahun, mengatakan di rumahnya di Khartoum distrik Manshia.

"Tentu saja saya selalu menentang kediktatoran dan jika saya membuat sebuah pernyataan, saya akan mengambil sikap tegas." Ia menambahkan.

Namun ia menambahkan, "Saya terkejut karena kampanye pemilihan sudah berakhir untuk sementara; mereka mewakili diri mereka sendiri dengan sebuah citra sebagai sebuah pemerintahan terpilih."

"Mereka menahan saya tanpa sebab," ia mengatakan setelah penahanan selama 45 hari karena mengkritik pemilihan Sudan pada April lalu yang mengembalikan Presiden Omar al-Beshir  kembali berkuasa.

Sekretaris pribadi Turabi Awad Babikir lebih awal mengatakan: "Ia telah dibebaskan. Ia telah kembali pulang."

Pemilihan multi partai Sudan pertama sejak 1986 – yang mana parlementer dan perwakilan negara begitu juga dengan presiden dipilih – dirusak oleh banyak keluhan dari oposisi dan pengawas pemilihan asing, begitu juga dengan tuduhan kecurangan.

Para pengawas dari Uni Eropa dan Pusat Carter – yang dikepalai oleh mantan Presiden Jimmy Carter – mengatakan setelah lima hari pemungutan suara yang diakhiri pada 15 April bahwa pemilihan tersebut telah gagal mencapai standar internasional.

Turabi, guru yang berubah menjadi musuh dari Beshir, ditahan beberapa waktu sejak luruh dengan presiden tersebut.

Ditanya apakah penahanannya mungkin dihubungkan dengan publikasi oleh harian Ray al-Shaab, yang dekat dengan partai politiknya, dari artikel yang mempertanyakan popularitas Beshir dan menyebutkan sebuah pabrik di pinggiran kota Khartoum yang memproduksi persenjataan utnuk Iran, Turabi mengatakan: "Mungkin saja, namun saya bukan editor yang bertugas manajer."

Di tahanan, Turabi "benar-benar terisolasi."

Empat jurnalis Ray al-Shaab telah dituduh terorisme dalam kasus dan masih ditahan di penjara Kober di mana Turabi ditahan.

Organisasi HAM telah mengutuk penahanan yang telah menjadi berita utama di negara terbesar Afrika tersebut. Beberapa anggota oposisi dan jurnalis meminta pembebasan keempat jurnalis tersebut minggu lalu selama sebuah protes di markas besar partai milik Turabi.

Pembebasan Turabi tiba pada hari dimana Beshir menandi hari jadi ke-21 dari pemberontakan militernya yang mana Turabi memainkan sebuah peranan yang besar.

Beshir diincar oleh ICC karena kejahatan perang dan kejahatan mealwan kemanusiaan yang berhubungan dengan konflik di daerah Darfur Sudan.

"Penderitaan telah menjadi sebuah jalan kehidupan untuk delapan juta orang di Darfur," Turabi mengatakan. (ppt/meo/reu) www.suaramedia.com


latestnews

View Full Version