

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas rasulillah ﷺ dan keluarganya.
Dalam kehidupan ini, setiap perbuatan yang dilakukan manusia tidaklah netral. Kebaikan dan keburukan memiliki pengaruh langsung, bukan hanya di akhirat, tetapi juga di dunia. Para ulama salaf telah menjelaskan hakikat ini dengan sangat dalam, salah satunya adalah Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, beliau berkata:
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ الحَسَنَةَ فَتَكُونُ نُورًا فِي قَلْبِهِ وَقُوَّةً فِي بَدَنِهِ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ السَّيِّئَةَ فَتَكُونُ ظُلْمَةً فِي قَلْبِهِ وَوَهْنًا فِي بَدَنِهِ
“Sesungguhnya seseorang yang melakukan suatu kebaikan, maka kebaikan itu akan menjadi cahaya di hatinya dan kekuatan pada badannya. Dan sesungguhnya seseorang yang melakukan suatu keburukan (dosa), maka keburukan itu akan menjadi kegelapan di hatinya dan kelemahan pada badannya.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah no. 35195)
Pertama: Maksiat Menggelapkan Hati
Salah satu dampak paling berbahaya dari maksiat adalah hilangnya cahaya di dalam hati. Hati yang semula hidup dengan iman dan dzikir, perlahan menjadi gelap akibat dosa yang dilakukan terus-menerus. Kegelapan hati ini tampak dalam bentuk: Sulit menerima nasihat, berat melakukan ibadah, tidak lagi merasa bersalah saat bermaksiat, dan hilangnya kelezatan iman.
Inilah yang dimaksud Al-Hasan Al-Bashri sebagai “ظُلْمَةً فِي قَلْبِهِ” — kegelapan di dalam hati. Ketika hati gelap, seseorang mudah terjerumus dalam dosa berikutnya tanpa rasa takut kepada Allah.
Kedua: Maksiat Melemahkan Jiwa dan Raga
Dosa tidak hanya berdampak secara ruhani, tetapi juga secara fisik. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah menyebutkan bahwa maksiat menyebabkan “وَهْنًا فِي بَدَنِهِ” — kelemahan pada badan. Ini bisa dirasakan dalam berbagai bentuk: Malas dan mudah lelah beribadah, hilang semangat dalam beramal, tidak kuat istiqamah dalam kebaikan, hidup terasa sempit dan berat.
Banyak orang heran mengapa tubuhnya terasa lemah meski secara fisik terlihat sehat. Para ulama menjelaskan bahwa dosa menggerogoti kekuatan batin, dan ketika batin lemah, fisik pun ikut terdampak.
Ketiga: Kebaikan Sebaliknya Menguatkan dan Menerangi
Sebaliknya, amal shalih memiliki efek yang luar biasa. Ia menjadi cahaya di hati dan kekuatan pada tubuh. Orang yang menjaga ketaatan akan merasakan: Hati yang lapang dan tenang, semangat dalam ibadah, kekuatan untuk menahan diri dari maksiat, hidup yang lebih terarah dan bermakna.
Inilah keadilan Allah ﷻ. Ketaatan mendatangkan keberkahan, sedangkan maksiat mendatangkan kehinaan, meski terkadang tidak langsung disadari.
Renungan dan Ajakan
Wahai kaum muslimin, jangan meremehkan satu dosa pun. Setiap maksiat meninggalkan bekas, meski kecil. Jika hari ini kita merasa jauh dari Allah, berat beribadah, dan lemah semangat, bisa jadi itu adalah peringatan akibat dosa yang belum kita tinggalkan atau taubatkan.
Mari kita perbanyak istighfar, memperbaiki shalat, menjaga pandangan, lisan, dan hati. Karena sesungguhnya kebahagiaan sejati bukan pada banyaknya harta, tetapi pada hati yang bercahaya oleh ketaatan.
Semoga Allah ﷻ menjaga kita dari maksiat, menerangi hati kita dengan iman, dan menguatkan badan kita dengan ketaatan. Aamiin. [PurWD/voa-islam.com]