View Full Version
Senin, 09 Feb 2026

Di Sunyinya Malam, Ada Jaminan Ijabah Doa

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah ﷺ dan keluarganya.

Dalam kehidupan seorang muslim, doa adalah senjata sekaligus bukti ketergantungan hamba kepada Rabb-nya. Islam tidak hanya memerintahkan kita untuk berdoa, tetapi juga mengajarkan waktu-waktu terbaik agar doa tersebut lebih berpeluang dikabulkan. Salah satu waktu paling istimewa adalah di malam hari.

Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللَّهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

“Sesungguhnya pada malam hari ada suatu waktu; tidaklah seorang muslim berdoa kepada Allah memohon kebaikan urusan dunia dan akhirat pada waktu itu, melainkan Allah akan mengabulkannya. Dan itu terjadi setiap malam.”(HR. Muslim)

Makna Hadits: Kasih Sayang Allah yang Terbuka Setiap Malam

Hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah. Setiap malam, Allah menyediakan satu waktu khusus di mana doa seorang muslim tidak akan tertolak. Menariknya, Rasulullah ﷺ tidak membatasi doa tersebut hanya pada urusan akhirat, tetapi juga urusan dunia dan akhirat sekaligus. Ini menegaskan bahwa Islam tidak memisahkan keduanya—kesehatan, rezeki, keluarga, ketenangan hati, hingga keselamatan akhirat semuanya boleh dan layak dimohonkan.

Yang lebih menggetarkan hati: kesempatan ini ada di setiap malam. Artinya, jika kita terlewat malam ini, masih ada malam berikutnya. Tidak ada kata “terlambat” bagi hamba yang ingin kembali dan mengetuk pintu Rabb-nya.

Kapan Waktu Itu?

Para ulama menjelaskan bahwa waktu mustajab tersebut sangat kuat dikaitkan dengan sepertiga malam terakhir, waktu ketika kebanyakan manusia terlelap, namun Allah “mendekat” kepada hamba-Nya dan membuka pintu ampunan serta pengabulan doa.

Ini adalah waktu sunyi, jauh dari hiruk-pikuk dunia, saat hati lebih jujur, doa lebih khusyuk, dan air mata lebih mudah jatuh.

Pelajaran Penting dari Hadits Ini

  1. Jangan meremehkan doa malam. Walau hanya beberapa menit, doa di malam hari memiliki nilai yang luar biasa di sisi Allah.
  2. Datanglah kepada Allah saat manusia meninggalkan-Nya. Ketika dunia tidur, Allah menanti hamba-Nya yang bangun dna menjanjikan ampunan bagi yang beristighfar, ijabah bagi yang berdoa, dan diberi bagi siapa yang meminta kepada-Nya.
  3. Berdoalah dengan keyakinan penuh. Hadits ini adalah janji Rasulullah ﷺ. Janji ini bukan kemungkinan, tapi kepastian bagi hamba yang bersungguh-sungguh.
  4. Bangun hubungan pribadi dengan Allah. Malam adalah waktu paling jujur antara hamba dan Rabb-nya—tanpa pamer, tanpa riya, hanya doa dan harapan.

Penutup

Hadits di atas seharusnya menumbuhkan rasa rindu kita kepada malam. Rindu untuk bangun, berwudhu, mengangkat tangan, dan berbicara kepada Allah tentangsegala keluh kesah dan dosa-dosa kita, serta harapan dan hajat-hajat kita.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-Nya yang tidak menyia-nyiakan waktu mustajab di malam hari, dan mengabulkan doa-doa kita di dunia serta menyelamatkan kita di akhirat. Aamiin. [PurWD/voa-islam.com]

* Support dakwah media www.voa-islam.com melalui Bank Muamalat, No.Rek: 34.7000.6141 a/n: Badrul Tamam, konfirmasi (087781227881)


latestnews

View Full Version