View Full Version
Senin, 09 Mar 2026

Ramadhan dan Berbakti ke Orang Tua

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah ﷺ dan keluarganya.

Pada bulan Ramadan, Kaum Muslimin berlomba-lomba dalam melakukan ibadah, amal kebaikan, sedekah, dan perbuatan ihsan. Di antara pintu kebaikan yang paling besar di bulan Ramadan adalah berbakti kepada kedua orang tua, melayani mereka, dan memenuhi kebutuhan mereka.

Allah telah perintahkan dalam Kitab-Nya untuk berbakti kepada kedua orang tua, berbuat baik kepada mereka, serta mendoakan keduanya. Allah Ta‘ala berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’, dan janganlah engkau membentak mereka, tetapi ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isrā’: 23)

Di antara bentuk bakti kepada kedua orang tua adalah sebagai berikut:

Pertama: Melayani mereka, berbicara dengan lembut kepada mereka, bersikap sopan ketika berbicara di hadapan mereka, merendahkan suara di hadapan mereka, serta meringankan kesulitan puasa mereka jika keduanya sedang berpuasa; misalnya dengan memenuhi kebutuhan mereka, membantu pekerjaan mereka, dan ikut serta menyiapkan hidangan berbuka bersama mereka.

Kedua: Duduk bersama kedua orang tua saat berbuka dan sahur, serta tidak meninggalkan mereka sendirian atau menjauh dari mereka; karena hal itu dapat menimbulkan kesedihan di hati mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian anak —semoga Allah memberi mereka petunjuk-. Allah Ta‘ala berfirman tentang besarnya kewajiban berbakti kepada orang tua dan kewajiban untuk tetap mempergauli mereka dengan baik:

وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak kamu ketahui, maka janganlah kamu menaati keduanya, tetapi pergaulilah keduanya di dunia dengan cara yang baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. Luqmān: 15)

Ketiga: Bersedekah atas nama keduanya setelah mereka meninggal dunia, karena pahala itu akan sampai kepada mereka, terutama dengan memberi makan orang yang berpuasa dan membagikan sedekah kepada fakir miskin. Allah akan menerima amal tersebut dan memberkahinya. Dalam sebuah hadits disebutkan:

إذا مات ابنُ آدمَ انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقةٍ جارية، وعلمٍ ينتفع به، وولد صالح يدعو له

Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)

Jika keduanya tidak mampu berpuasa dan hal itu memberatkan mereka karena usia lanjut, maka tidak mengapa engkau mengeluarkan fidyah makanan atas nama mereka jika dengan izin mereka — karena niat tetap diperlukan — atau memberikan mereka uang agar mereka dapat membeli makanan untuk fidyah tersebut, demikian pula dengan zakat fitrah.

Keempat: Mengajak kedua orang tua ke masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah dan shalat tarawih, membantu dan menguatkan mereka untuk melaksanakannya. Hal itu termasuk bentuk bakti, kebaikan, kasih sayang, dan juga dapat menumbuhkan kebahagiaan di hati mereka.

Kelima: Mendoakan mereka tanpa sepengetahuan mereka, terutama pada waktu-waktu mustajab seperti saat berbuka puasa, pada sepertiga malam terakhir, dan ketika sujud. Doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak, dan sebagai bentuk balas jasa, seorang Muslim hendaknya mendoakan ayah dan ibunya pada waktu-waktu doa dikabulkan di bulan Ramadan.

Sepatutnya bagi kita pada hari-hari di bulan Ramadhan ini untuk segera melakukan segala sesuatu yang mendekatkan kita kepada Allah, menunaikan hak orang tua (birrul walidain wal ihsan ilaihima), serta menanamkan nilai-nilai dan keutamaan tersebut kepada anak-anak kita agar keberkahan hadir dalam keluarga dan rumah kita, dan agar hubungan keluarga serta masyarakat tetap kuat dan saling terikat.

اللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الْبَارِّينَ الْمُحْسِنِينَ إِلَى آبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا

“Ya Allah, satukanlah hati-hati kami, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang berbakti dan berbuat baik kepada ayah dan ibu kami.” Amiin. [PurWD/voa-islam.com]


latestnews

View Full Version