View Full Version
Sabtu, 13 Jul 2013

Amerika Serikat Mendanai Oposisi Untuk Menggulingkan Mursi

Berkeley (voa-islam.com) Presiden Barack Obama menyatakan Amerika Serikat tidak terlibat krisis di Mesir, dan penggulingan Presiden Mohamad Mursi oleh militer. Obama cuci tangan terhadap fakta-fakta yang menunjukkan keterlibatan Amerika Serikat terhadap penggulingan Mursi.

Tetapi, hasil kajian dan investigasi oleh pemerintah federal Amerika Serikat terhadap puluhan  dokumen menunjukkan Washington nyata-nyata mendanai tokoh-tokoh utama oposisi Mesir yang menyerukan penggulingan Presiden Mohamad Mursi.

Dokumen yang diperoleh oleh Program Pelaporan Investigasi di Berkeley menunjukkan Amerika Serikat menyalurkan dana melalui program Departemen Luar Negeri untuk mempromosikan demokrasi di kawasan Timur Tengah. Program ini mendapat dukungan penuh semangat dari aktivis dan politisi yang menggalang aksi kerusuhan di Mesir.

Program Departemen Luar Negeri oleh para pejabat AS disebut sebagai inisiatif  "bantuan demokrasi" yang merupakan bagian dari upaya pemerintah Obama yang lebih luas yang mencoba menghentikan kekalahan kelompok sekuler yang  pro-Washington, dan memenangkan kembali pengaruh kalangan sekuler di negara-negara Arab yang dilanda revolusi, dan mengakhiri bangkitnya kaum Islamis, yang sebagian besar menentang kepentingan Amerika Serikat di Timur Tengah.
mokrasi'


'Bantuan Untuk De
mokrasi

Program bantuan Washington untuk demokrasi di  Timur Tengah  disalurkan secara terstruktur  melalui Departemen Luar Negeri. Ratusan juta dolar pembayar pajak yang disalurkan melalui Biro Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Tenaga Kerja (DRL), The Middle East Partnership Initiative (MEPI), USAID, organisasi semi-pemerintah National Endowment for Democracy (NED), dan organisasi-organisasi yang berbasis di Washington.

Pada gilirannya, kelompok-kelompok itu juga menyalurkan dana kepada organisasi lain seperti International Republican Institute, National Democratic Institute (NDI), dan Freedom House. Dokumen federal itu menunjukkan kelompok-kelompok ini telah mengirim dana ke organisasi tertentu di Mesir, sebagian besar dijalankan oleh anggota senior partai politik anti-Mursi yang berkedok sebagai aktivis LSM.

The Middle East Partnership Initiativmene - yang digagas oleh George Walker Bush pada tahun 2002  yang dalam upayanya mempengaruhi politik di Timur Tengah, bersamaan dengan  serangan teroris 11 September - telah menghabiskan hampir $ 900 juta dollar dalam bentuk proyek-proyek demokrasi di seluruh wilayah Timur Tengah, ungkap dari data-data dari pemerintah federal.

USAID mengelola sekitar $ 1.4 juta dolar per tahun di Timur Tengah, dengan hampir $ 390 juta dolar ditujukan untuk promosi demokrasi, ungkap salah seorang pengelola Proyek yang berbasis di Washington pada Timur Tengah Demokrasi (POMED).

Pemerintah Amerika Serikat tidak menyebutkan angka pengeluaran per-negara, tapi Stephen McInerney, direktur eksekutif POMED, memperkirakan bahwa Washington menghabiskan sekitar $ 65 juta dolar pada tahun 2011 dan $ 25 juta dolar pada tahun 2012. Hal ini dapat dilihat dari rincian dokumen di bawah ini:

Amerika Serikat menyalurkan dana demokrasi penyalurannya melalui Departemen Luar Negeri ke Mesir yang diwakili National Endowment for Democracy. Dokumen federal menunjukkan NED, yang pada tahun 2011 diberi wewenang anggaran tahunan sebesar $ 118 juta dolar  oleh Kongres, disalurkan setidaknya $ 120 ribu dolar selama beberapa tahun kepada seorang Mesir perwira polisi di pengasingan yang telah bertahun-tahun menghasut kekerasan di Mesir.

Hal ini tampaknya bertentangan  dengan mandat Kongres, yang jelas menyatakan NED adalah untuk terlibat hanya dalam perubahan secafra "damai", tanpa adanya kekerasan.

Kolonel Omar Afifi Soliman

Kolonel Omar Afifi Soliman - yang bertugas di satuan polisi elit dan investigasi, terkenal karena pelanggaran hak asasi manusia - mulai menerima dana NED pada tahun 2008, selama empat tahun.

Soliman, yang memiliki status pengungsi di Amerika Serikat, dijatuhi hukuman in absentia selama lima tahun penjara oleh pengadilan Kairo untuk perannya dalam menghasut kekerasan pada tahun 2011 terhadap kedutaan Israel dan Arab Saudi, dua sekutu Amerika Serikat.

Dia juga menggunakan media sosial untuk mendorong serangan kekerasan terhadap para pejabat Mesir, menurut dokumen pengadilan dan review posting media sosial nya.

US Internal Revenue Service mengungkapkan  bahwa NED membayar puluhan ribu dolar untuk Soliman melalui organisasi yang ia ciptakan yang disebut Hukuk Al-Nas (Hak Rakyat), yang berbasis di Falls Church, Virginia.


Soliman mendapat beasiswa HAM 2008 di NED dan pindah ke Amerika Serikat. Soliman menerima hibah kedua $ 50.000 dolar  NED kembali memberikan  hibah pada tahun 2009 untuk Hukuk Al-Nas. Pada tahun 2010, ia menerima $ 60.000 dan $ 10.000 pada tahun 2011.

Dalam sebuah wawancara dengan Program Pelaporan Investigasi di UC Berkeley, Soliman enggan mengakui bahwa ia menerima dana pemerintah Amerika Serikat dari National Endowment for Democracy. 

Sosliman mengatur penghancuran terhadap pemerintahan Mursi pada akhir Mei, dan memerintahkan, "Memenggal kepala orang-orang yang mengendalikan kekuasaan, melalui sebaotase terhadap kebutuhan  air dan  gas".

Soliman membuat instruksi melalui Facebook kepada 83.000 pengikutnya melakukan  penyemprotan jalan dengan campuran minyak dan gas oli sebanyak "20 liter minyak sampai 4 liter gas" - bagaimana untuk menggagalkan mobil melakukan pengejaran.

Pada sebuah video YouTube, Soliman mengambil dana untuk usaha yang gagal pada bulan Desember menyerbu istana presiden Mesir dengan pistol dan bom molotov untuk menggusur  Mursi.

"Kami tahu dia mendapat dukungan dari beberapa kelompok di Amerika Serikat, tapi kita tidak tahu ia mendapatkan dukungan dari pemerintah Ameirka Serikat. Ini akan menjadi berita untuk kami," kata seorang pejabat kedutaan Mesir, yang berbicara dengan syarat anonim kepada media.

Pendanaan Lawan Morsi

Front Keselamatan Nasional (FSN) yang merupakan blok oposisi utama yang dipimpin el-Baradei, beberapa anggotanya menerima dana Amerika Serikat, telah mendukung kampanye aksi  jalanan yang berubah menjadi kekerasan terhadap pemerintah Mursi

Sebuah penerima dana dari National Endowment for Democracy dan kelompok demokrasi Ameirka Serikat, adalah seorang perempuan Mesir berumur 34 tahun, Esraa Abdel-Fatah, yang tiba-tiba  masyhur selama pembahasan konstitusi baru pada Desember 2012.

Dia mendesak para aktivis untuk mengepung masjid dan menangkap dar mimbar semua ulama dan tokoh Islam yang mendukung konstitusi yang diusulkan,  sebelum referendum.

Tindakan mengepung masjid sejak itu terus, dan beberapa orang telah tewas dalam bentrokan membela mereka.

Hasil investigasi fari fihak  federal menunjukkan tokoh LSM Mesir, Abdel-Fatah,  mendapat dukungan dari NED, MEPI dan NDI, diantara kelompok-kelompok yang didanai Departemen Luar Negeri yang "membantu demokrasi".


Saaddin Ibrahim

Abdel-Fatah aktif secara politik, yang berhasil menciptakan kekacauan di Mesir, dan menggalang dukungan bagi Partai Al-Dostor yang dipimpin oleh mantan kepala nuklir PBB Mohamed El Baradei, sosok yang paling menonjol dalam Front Keselamatan. Dia memberikan dukungan penuh untuk pengambilalihan militer, dan mendesak Barat tidak menyebutnya "kudeta".

"Juni 30 akan menjadi hari terakhir masa Mursi itu," katanya kepada pers beberapa minggu sebelum kudeta terjadi.

Uang pembayar pajak Amerika Serikat telah dikirim ke kelompok yang didirikan oleh beberapa orang terkaya Mesir, yang hanya digunakan untuk menciptakan kekacauan dan menghancurkan demokrasi di Mesir.

Michael Meunier sering menjadi tamu pada saluran TV yang menentang Mursi. Kepala Partai Al-Haya, Meunier - warga negara ganda AS-Mesir - telah diam-diam mengumpulkan dana AS melalui LSM-nya, untuk berbagai organisasi Mesir.

Organisasi Meunier yang didirikan oleh beberapa tokoh oposisi yang paling keras, termasuk orang terkaya dan terkenal di Mesir dari Kristen Koptik yaitu milyader Naguib Sawiris, Tarek Heggy, seorang eksekutif industri minyak, Salah Diab, yang mitra Halliburton di Mesir, dan Usama Ghazali Harb, seorang politikus yang menjadi kaki tangan rezim Mubarak dan sering kontak dengan kedutaan Amerika Serikat.

Meunier telah membantah menerima bantuan AS, tetapi dokumen-dokumen pemerintah menunjukkan USAID pada tahun 2011 memberikan bantuan kepada organisasi berbasis di Kairo nya $ 873.355 dolar, sejak 2009, telah diambil dalam $ 1.300.000 dolar dari badan Amerika Serikat.

Meunier membantu demo lima juta Kristen Ortodoks Koptik  yang menentang agenda Islamis Mursi, untuk turun ke jalan melawan presiden pada 30 Juni.

Reformasi dan Pembangunan Partai anggota Mohammed al-Sadat Essmat menerima dukungan keuangan Amerika Serikat melalui Asosiasi Sadat untuk Pembangunan Sosial, penerima beasiswa dari The Middle East Initiative Kemitraan.

Sadat adalah anggota komite koordinasi, yang menggerakkan dan mengorganisir aksi pada 30 Juni menjatuhkan Mursi. Sejak 2008, ia telah mengumpulkan $ 265.176 dolar yang berasal  Amerika Serikat.

Setelah tentara dan polisi menewaskan lebih dari 50 pendukung Morsi pada hari Senin, Sadat membela penggunaan kekerasan dan menyalahkan Ikhwanul Muslimin, mengatakan itu digunakan kaum perempuan dan anak-anak sebagai tameng

Beberapa politisi yang didukung AS mengatakan Washington secara diam-diam mendorong mereka untuk menghasut protes guna menghancurkan Mursi..

"Kami diberitahu oleh fihak Amerika Serikat bahwa jika aksi protes jalanan yang besar, dan berlangsung selama seminggu, Gedung Putih akan mempertimbangkan kembali semua kebijakan Amerika Serikat saat ini terhadap pemerintahan Ikhwanul Muslimin," kata Saaddin Ibrahim, seorang politisi Mesir-Amerika menentang Mursi.

Ini benar-benar persongkolan jahat antara Gedung Putih, Tel Aviv, dan LSM-LSM, serta politisi, militer Mesir, menggulingkan Presiden Mohamad Mursi. af/hh


latestnews

View Full Version