View Full Version
Kamis, 27 Feb 2014

Seluruh Pasukan AS Meninggalkan Afghanistan, Kemenangan Jihad

WASHINGTON (voa-islam.com) - Presiden AS Barack Obama memerintahkan Pentagon (Departemen Pertahanan AS) membuat rencana penarikan seluruh pasukan AS dari Afghanistan, akhir tahun 2014 ini.

Obama gagal mencapai kesepakatan dengan Presiden Afghanistan Hamid Karzai, di mana AS menginginkan adanya perjanjian keamanan dengan pemerintah Afghanistan, dan AS akan meninggalkan 10.000 pasukannya, guna melatih pasukan Afghanistan menghadapi “terorisme”.

Kegagalan tercapainya kesepakatan perjanjian antara  Barack Obama dan Karzai, karena Karzai bersikeras menolak perjanjian keamanan dengan AS. Di mana akan tetap menempatkan pasukannya di Afghanistan, dan bertujuan melatih pasukan Afghanistan melakukan apa yang disebut sebagai  “kontra terorisme”.

Pembicaraan antara Obama dan Karzai melalui telepon itu, tidak mencapai titik temu, dan gagal mencapai kesepakatan, AS masih ingin mempertahankan kehadiran militernya,  pasca – 2014,tapi Hamid Karzai bersikeras tidak bersedia menandatangani perjanjian itu, Rabu, 26/2/2014.

Selanjutnya, Barack Obama secara resmi memerintahkan Pentagon pada membuat rencana bagi penarikan seluruh  pasukan Amerika dari Afghanistan pada akhir tahun ini. Obama meminta Pentagon mencari jalan agar pasukan AS bisa keluar dengan aman, dan sejumlah fasilitas dan senjata AS, kemungkinan akan ditinggalkan di Afghanistan. Ini mengulangi peristiwa penarikan tentara AS dari Irak. Sekarang di Afghanistan terdapat 100.000 pasukan AS, dan 50.000 pasukan Sekutu.

Sejatinya, pemerintahan Obama menegaskan,  bahwa AS masih menginginkan mempertahankan pasukannya di Afghanistan, dalam skala kecilk, ini yang menjadi persoalan serius hubungan antara Washington dan Kabul, di mana Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, terang-terangan  menolak menandatangani kesepakatan yang akan membuka jalan bagi 10.000 pasukan AS  tetap di Afghanistan. AS memulai sebuah rencana kontingensi memulangkan seluruh pasukannya yang berjumlah 100.000 dari Afghanistan. 

Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, mengatakan bahwa AS memastikan rencana yang memadai melakukan  penarikan seluruh paasukan AS dari Afghanistna, secara aman, sampai   akhir tahun 2014, dan tidak ada lagi pasukan AS yang tinggal di Afghanistan sesudah 2014, tegas Hegel. 

Gedung Putih menegaskan bahwa kegagalan pembicaraan  telepon Obama dengan Karzai telah mendorong AS memberkan penjelasan kepada NATO, mengenai kehadiran AS dan Sekutu di Afghanistan di masa depan. Sekarang berlangsung pertemuan di Brussels, di mana para menteri pertahanan NATO  dan menteri luar negeri AS dan Uni Eropa, membahas situasi di Afghanistan.

“Salah satu alasan rencana kunjungan Menteri Pertahanan AS Hagel, dan pertemuan menteri pertahanan NATO, akhir pekan ini, dan membahas rencana penarikan pasukan AS dan NATO dari Afghanistan akhir  2014, dan isu ini akan menjadi  agenda utama pembicaraan”, kata Juru bicara Gedung Putih,  Jay Carney.

Sementara itu, para pejabat Gedung Putih telah melihat seruan  dari Kongres memotong bantuan ke Afghanistan, jika pasukan AS tidak diizinkan tinggal di Afghanistan. “Kami ingin  membuat komitmen yang jelas untuk Afghanistan - terpisah dari kehadiran pasukan - adalah kepentingan keamanan nasional kita”, tambah Jay Carney ketika ditanya soal bantuan. Gedung Putih menolak kritik bahwa Obama membiarkan kurangnya komunikasi dengan Karzai, dan akan membahayakan kepentingan AS.

Hubungan antara pemerintah Afghanistan dan militer AS mengalami ketegangan  selama beberapa minggu terakhir. Ini berawal, di mana Pusat Komando Militer AS di Kabul, di bawah Jendral Joseph Dunford, mengkritik secara tajam pemerintah Afghanistan yang melepaskan 65 tahanan adalah diantara tokoh Taliban.

Dunford dikatakan mendukung kekuatan pasukan AS di Afghanistan yang berjumlah sekitar 10.000 tentara. Dunford sangat takut dengan perginya seluruh pasukan  AS, Desember 2014 nanti, berarti akan mengakibartkan runtuhnya pemerintahan Afghanistan, dan bangkitnya kembali Taliban, dan akhirnya Taliban berkuasa kembali di Kabul.

AS dan Sekutu yang telah menebarkan 150.000 pasukan gagal mengalahkan Taliban setelah berperang selama 12 tahun.  Dunford akan memberikan kesaksian di depan komite angkatan bersenjata Senat tentang rencana penarikan pasukan AS dari Afghanistan, pada 12 Maret, nanti.

Menteri Pertahanan AS,  Hagel dijadwalkan bertemu di Gedung Putih dengan Menteri Luar Negeri John Kerry dan Penasihat Keamanan Nasional, Susan Rice. Membahas cara yang aman bagi pasukan AS keluar dari Afghanistan, dan masa depan Afghanistan pasca ditinggalkan oleh pasukan AS dan Sekutunya-NATO.

Sungguh peristiwa sejarah yang sangat luar biasa bagi Afghanistan. Di mana negara miskin dan berpenduduk 30 juta itu, berhasil mengalahkan raksasa dunia, yaitu Uni Soviet. Uni Soviet melakukan invasi ke Afghanistan, tahun l979, dan keluar dari Afghanisitan, tahun l989.

Soviet harus meninggalkan Afghanistan dengan kekalahan yang sangat memalukan. Peristiwa sejarah itu berulang kembali. Di mana AS melakukan invasi militer ke Afghanistan 2001, dan tahun 2014, AS meninggalkan Afghanistan, tanpa bisa menundukkan Taliban.

Wahai Muslim dan Mukmin! Bangkitlah bersama “Jihad Afghanistan” mengalahkan musuh-musuh Allah, Rasul dan orang-orang Mukmin. Afghanistan yang penduduknya miskin, dan 80 persen buta huruf, bisa mengalahkan dua raksasa dunia sekaligus, hanya  dalam waktu kurang dari lima dekade. Ini merupakan sebuah prestasi besar yang dicapai oleh orang-orang Mukmin. (afghan/wb/voa-islam.com)


latestnews

View Full Version