NE YORK (voa-islam.com) - Mantan imperium Komunis Soviet, yiatu Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang dapat menegaskan telah terjadi pembantaian (genosida) di Srebenica. Rusia sebagai anggota DK PBB melindungi Serbia yang harus mempertanggungjawabkan atas kejahatannya terhadap Muslim Bosnia-Herzegovina.
Sementara itu, empat anggota lain DK PBB abstain sementara yang lainnya mendukung resolusi. Mosi di PBB ini membuat marah Serbia, yang menolak pemakaian istilah tersebut.
Pembunuhan sekitar 8.000 pria dan anak-anak Muslim Bosnia tahun l995, oleh pasukan Serbia Bosnia adalah pembunuhan terburuk di Eropa sejak Perang Dunia Kedua. s
Langkah ini dibuat untuk memperingati peringatan 20 tahun kekerasan yang terjadi di tengah perpecahan Yugoslavia menjadi sejumlah negara yang berdiri sendiri. Selama perang Bosnia, di mana pasukan Serbia Bosnia yang didukung Serbia berperang dengan pemerintah Bosnia yang dipimpin kelompok Muslim, ribuan orang di tempat perlindungan PBB dibantai.
Resolusi menyatakan "pengakuan peristiwa tragis di Srebenica sebagai genosida adalah suatu persyaratan bagi rekonsiliasi". Tetapi Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan mengadopsinya "akan menjadi kontraproduktif, akan menyebabkan peningkatan ketegangan di kawasan".
Rusia yang sekarang melakukan invasi militer ke Ukraina dan berdampak terjadinya kekacauan di wilayah itu, sekarang terus berambisi mengembalikan masa lalunya, sebagai imperium komunis, dan ingin meluaskan pengaruh ke wilayah negara-negara eks komunis di Eropa Timur, yang sekarang sudah masuk ke dalam zona Euro.(dita/aby/voa-islam.com)