View Full Version
Kamis, 13 Aug 2015

Iran Berjuang Keras Agar Bashar al-Assad dan al-Abadi Tetap Berkuasa.

DAMASKUS (voa-islam.com) – Sukses mendapatkan dukungan program nuklirnya, Iran sekarang terus melaukan manuver politik ke selurruh kawasan negara Teluk. Iran berjuang keras menyelamatkan rezim Syiah Alawiyyin Bashar al-Assad, dan rezim Syiah Irak di bawah al-Abadi.

Taruhan politik yang paling penting sekarangn ini, pasca perjanjian nuklir dengan fihak enam negara utara Barat, sekarang Iran terus melakukan kampanye perang terhadap terorisme dan secara eksplisit menyebut ISIS. Dengan kedok memerangi ISIS inilah, kemudian Iran melebarkan hegemoninya (pengaruhnya) ke seluruh Timur Tengah.

Maka tidak dapat dipungkiri sekarang ini, negara-negara seperti Rusia, Amerika, Teluk, Turki dan Iran secara terbuka melakukan kerjasama, dan terbujuk dengan skenario dan taktik serta srtategi Iran memerangi militan, ekstrimis, dan teroris.

Dengan kedok itu, Iran melakukan pelebaran pengaruhnya, sehingga kekuatan-kekuatan Islam, terutama Sunni menjadi kehilangan kemampuan menghadapi Iran.

Kegigihan Iran dan didukung enam negara Barat, Teluk, sekarang Iran di atas angin. Kampanye memerangi terorisme itu, sekarang hanyalah kedok Iran, dan akan memudahkan Iran masuk ke setiap negara Arab Teluk, dan melindungi Syiah. Termasuk Syiah di Lebanon, Irak, Suriah, Yaman, dan sejumlah negara lainnya.

Langkah strategis Iran ini, mengubah dan terjadi pergeseran politik dan keamanan global, dan akan semakin memperluas pengaruh Syiah secara regional di Timur Tengah dan Afrika.

Iran berhasil menghapus wajahnya yang selama ini dituduh sebagai 'moyangnya' teroris, dan bahkan Amerika menyebuatnya sebagai 'evil' (setan), disamakan dengan Korea Utara, semuanya berubah. Barat menjadikan Iran sebagai sekutunya yang baru.

Sekarang Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif bertemu Presiden Suriah Bashar al-Assad di Damaskus, dan menyerukan negara-negara regional untuk "memerangi terorisme dan ekstremisme", Rabu, 12/8/2015. Iran dengan segala kemampuannya terus berusaha menyelamatkan Bashar al-Assad. Tidak peduli dengan kondisi rakyat Suriah yang sudah hancur lebur.

Presiden Assad, mengucapkan terima kasih sekutu utama Iran atas dukungannya dalam empat tahun perang sipil yang telah menewaskan dari 500.000 orang, dan separuh penduduk Suriah menjadi pengungsi di Turki, Lebanon, dan Yordania..

"Saya mengatakan kepada negara lain (negara Arab) yang ikut dalam terlibat dalam konflik di Suriah, sekarang adalah waktu peduli kebenaran, menjawab aspirasi rakyat Suriah dan bekerja melawan terorisme, ekstremisme, dan sektarianisme," kata Zarif.

Langkah-langkah penyelamatan terhadap Bashar al-Assad ini, terutama yang dilakukan Iran, semakin memperpanjang penderitaan rakyat Suriah. Iran mengirirmkan pasukan reguler, Garda Republik, dan senjata dalam skala besar.

Iran juga membantu Bashar al-Assad dalam jumlah miliaran dollar. Iran mengomando milisi Syiah yang ada di Lebanon, seperti Hesbollah, Yaman, Turki, dan sejumlah negara laiannya ikut berperang di Suriah. Itulah hakekat Iran. Wallahu'alam.

 


latestnews

View Full Version