View Full Version
Rabu, 02 Dec 2009

Ribuan Kuburan Massal Ditemukan Di Kashmir

Khasmir (voa-islam.com) - Kelompok hak asasi manusia (HAM) di Kashmir India pada Selasa (01/12) mengungkapkan temuan kuburan tanpa tanda berisi ribuan mayat di wilayah dilanda perlawanan selama survei tiga tahun pada puluhan desa.

Pengadilan Rakyat Antarbangsa atas Hak Asasi Manusia dan Keadilan, yang menyebut 8.000 orang hilang dalam perlawanan 20 tahun itu, menyatakan menemukan mayat tak dikenal terkubur di desa berbatasan dengan Kashmir kelolaan Pakistan.

Kelompok mandiri berpusat di Srinagar itu menyatakan laporannya, yang akan disiarkan pada Rabu, mencatat 2.700 makam tak dikenal, tak bertanda dan massal, yang berisi sedikit-dikitnya 2.900 mayat.

Kelompok hak asasi antarbangsa pada masa lalu meminta penyelidikan apakah kuburan tak bertanda itu berisi mayat penduduk, yang "hilang" saat pasukan keamanan India memerangi pemberontakan di daerah berpenduduk sebagian besar Muslim tersebut.

Polisi, yang berbicara dengan syarat namanya dirahasiakan, menyatakan kebanyakan mayat itu mungkin pejuang Pakistan, yang tewas dalam pertempuran dengan tentara India.

"Pejuang itu selalu dimakamkan sebagai yang tak dikenal," katanya.

Pada tahun lalu, polisi mengakui terdapat lebih dari 200 makam tak bertanda di satu tempat, tapi bersikeras berisi mayat pejuang, bukan penduduk.

Polisi menyatakan tidak mungkin mengenali setiap pejuang tewas dalam baku tembak di Kashmir India, yang dilanda perlawanan terhadap kekuasaan New Delhi sejak 1989.

Di seluruh penjuru negara bagian itu, jumlah kematian terkait dengan perlawanan turun menjadi sekitar satu sehari dari puncaknya 10 sehari pada 2001.

Kekerasan turun setelah India dan Pakistan meluncurkan upaya perdamaian, yang bergerak lamban, untuk menyelesaikan masa depan Kashmir.

Perbatasan nyata memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan, dua negara berkekuatan nuklir, yang mendaku secara keseluruhan wilayah itu.

Dua dari tiga perang antara kedua negara itu meletus akibat masalah Kashmir, satu-satunya negara bagian berpenduduk sebagian besar Muslim di India, yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Lebih dari 47.000 orang --warga, pejuang dan petugas keamanan-- tewas dalam perlawanan di Kashmir India sejak ahir 1980-an.

Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan, yang berpenduduk beragama Islam.

Pejuang Kashmir menginginkan kemerdekaan wilayah itu dari India atau penggabungannya dengan Pakistan, yang berpenduduk beragama Islam.

New Delhi menuduh Islamabad membantu dan melatih pejuang Kashmir India. Pakistan membantah tuduhan itu, namun mengakui memberikan dukungan moral dan diplomatik bagi perjuangan rakyat Kashmir untuk menentukan nasib mereka.

Serangan pada tahun lalu di Mumbai, ibukota niaga dan hiburan India, memperburuk hubungan India dengan Pakistan.

New Delhi menghentikan pembicaraan dengan Islamabad, yang dimulai pada 2004, setelah serangan Mumbai pada November tahun lalu, yang menewaskan lebih dari 166 orang.

India menyatakan memiliki bukti bahwa "badan resmi" di Pakistan terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan itu, yang tampak menunjuk pada badan sandi dan tentara Pakistan. Islamabad membantah tuduhan tersebut.

Dua gerilyawan muslim dan seorang prajurit India tewas dalam tembak-menembak di perbatasan, yang memisahkan Kashmir antara India dan Pakistan, kata tentara India pada ahir November.

Kekerasan itu terjadi ketika kepala kepolisian daerah Kuldeep Khuda mengatakan kepada wartawan bahwa sekitar 700 pejuang bergerak di Kashmir. (eb)


latestnews

View Full Version