View Full Version
Rabu, 13 Jan 2010

Jutaan Senjata Api Ilegal Berada Ditangan Warga Sipil Philipina

Philipina - (Voa-Islam.com) - Polisi Philipina sedang menyelidiki sebuah laporan pendaratan ratusan senjata ilegal di provinsi Philipina Selatan, Sulu, dimana pihak keamanan sedang memerangi Kelompok Abu Sayyaf (ASG).

Kepala polisi wilayah Sulu, Senior Superintendent Bienvenido Latag, telah memerinthakan anak buahnya untuk mengivestigasi laporan bahwa 300 pucuk senjata api mendarat di kota pelabuhan Luuk.

"Kami menyelidiki laporan bahwa 300 pucuk senjata ilegal di daratkan di kota Luuk," kata Latag kepada koran independen setempat.

Gubernur Sulu, Sakur Tan, mengutip laporan intelijen mengatakan senjata-senjata tersebut diseludupkan ke Luuk oleh kelompok bersenjata yang masih belum teridentifikasi, sehari setelah Presiden Gloria Macapagal Arroyo menyatakan hukum darurat perang di provinsi Mindanao dimana pasukan keamanan mendapati tempat persembunnyian senjata infanteri berat dan ringan dalam jumlah yang sangat besar yang diduga miliki klan penguasa daerah itu, Ampatuan.

Tidak diketahui apakah senjata tersebut datang dari Mindanao atau tempat persembunyian senjata lain. Kelompok Ampatuan merupakan salah satu klan paling ditakuti di Mindanao dan juga diantara klan terkaya di Mindanao yang miskin. Gubernurnya, Andal Ampatuan Sr dan anaknya, Zaldy Ampatuan walikota Mindanao dan Andal Ampatuan Jr juga beberapa anggota keluarga klan Ampatuan lain merupakan orang-orang yang tuduh pemerintah berada dibalik pembantaian yang menewaskan 57 orang pada 23 November lalu di Mindanao.

Pejabat Sekretaris Pertahanan Norberto Gonzales, mendesak para ulama dan Uskup yang tergabung dalam Kongres Uskup-Ulama Philipina (BUCP) untuk meyakinkan para pemberontak dan pejuang Moro untuk menyerahkan senjata yang mereka milliki.

Sementara itu Pejabat Sekretaris Pertahanan Norberto Gonzales, mendesak para ulama dan Uskup yang tergabung dalam Kongres Uskup-Ulama Philipina (BUCP) untuk meyakinkan para pemberontak dan pejuang Moro untuk menyerahkan senjata yang mereka milliki.

Gonzales yang merupakan seorang Muallaf mengatakan hal tersebUt dalam pertemuan ke-38 BUCP di Kota Davao 8 Januari lalu dimana ia merupakan salah satu pembicaranya.

"Saya ingin meminta BUCP untuk membantu AFP untuk meyakinkan mereka yang menyimpan senjata agar dengan sukarela menyerahkan senjata mereka. Jadi, ini adalah permintaan saya untuk sesama anggota dari agama Kristen dan tentu saja, yang paling penting, teman-teman Muslim saya, "katanya. "... sebagai orang beriman, aku di sini menyeru kepada para pemimpin agama dari tanah kami. Saya pikir Angkatan Bersenjata dan agama kita harus datang bersama-sama dan berbicara isu yang sangat penting yang dihadapi bangsa kita saat ini dan mungkin bulan Mei nanti, "katanya seperti dikutip salah satu media.

Saat ini di Philipina ada sekitar satu juta senjata api yang berada di tangan warga sipil. Senjata yang beredar tersebut selain dimiliki oleh para pejuang Islam Moro dan Pemberontak Komunis Philipina (NPA) juga di miliki oleh warga sipil lain untuk perlindungan diri. (me,lwrn)


latestnews

View Full Version