View Full Version
Kamis, 01 Apr 2010

Lagi, 60 Kasus Pelecehan Seks di Gereja Katolik Swiss

BERN (voa-islam.com): Uskup Katolik Roma di Swiss mengakui mereka menganggap kecil skala pencabulan seksual yang dilakukan oleh pastor, dan telah menyatakan permintaan maaf.

Konferensi Uskup Swiss menyatakan "merasa malu" dan menganjurkan para korban mempertimbangkan untuk mengajukan dakwaan pidana terhadap pelaku.

Namun, jajaran uskup Swiss tidak ingin diumumkannya daftar pastor yang telah dinyatakan bersalah atas pencabulan.

Sekitar 60 kasus pencabulan kini tengah diselidiki pihak berwenang.

Dalam beberapa pekan terakhir, para pemuka senior Gereja Katolik, tak terkecuali Paus Benediktus XVI menghadapi tekanan gencar setelah ada kesan bahwa mereka ikut menutup-nutupi skandal pelecehan seksual di seluruh dunia.

Hari Selasa, uskup Italia membela Paus dan menyatakan dia telah memperlihatkan sikap yang teguh dan benar dan telah menolak untuk meremehkan skandal.

Tukar informasi


Wartawan BBC Imogen Foulkes di Jenewa mengatakan skandal pencabulan yang mengguncang kalangan Gereja Katolik juga terjadi di Swiss.

Kabar bahwa jajaran rohaniwan senior tahu-menahu sebagian kasus pencabulan dan hanya memindahkan pastor yang melakukan pencabulan ke tempat lain telah memicu kemarahan.

Hari Rabu, Konferensi Uskup Swiss meminta maaf atas "kekeliruan" dan mengakui telah "meremehkan kegawatan situasi".

...Para uskup mengimbau para korban pelecehan seksual agar datang ke kantor kepastoran, dan jika perlu melaporkan ke polisi...

Para uskup mengimbau para korban pelecehan seksual agar datang ke kantor kepastoran yang menangani keluhan semacam itu, dan jika perlu, mengajukan melaporkan ke polisi.

Namun, para uskup tidak setuju dengan seruan presiden Swiss untuk menyusun daftar pelaku pencabulan di kalangan pastor

"Kita punya pengalaman buruk seperti ini. Beberapa politisi mengatakan 'Anda harus punya daftar', yang lain mengatakan 'jangan buat daftar'. Daftar itu tidak ada gunanya," kata sekretaris jenderal Konferensi Uskup, Felix Gmuer.

Uskup Swiss mengatakan pertukaran informasi berlangsung baik antar-paroki, dan ini mungkin menjadi cara untuk mencegah pelecehan seksual di masa datang.

Namun, ketika ditanya soal jumlah kasus yang telah dilaporkan sejauh ini, para uskup tidak yakin dan ini pertanda arus inofrmasi tidak mengalir selancar seperti yang mereka kira, lapor BBC.

Jajak pendapat memperlihatkan lebih dari 80% warga di Swiss menghendaki ada daftar pastor yang bersalah atas pelecehan, sedangkan 90% menentang ketentuan selibat (hidup tanpa nikah) di lingkungan Gereja Katolik.

Bagi banyak orang, permintaan maaf para uskup mungkin terlalu enteng, terlalu terlambat. [za/bbc]


latestnews

View Full Version