View Full Version
Senin, 03 May 2010

Omar Khadr Terlihat Merakit Bom Dalam Sebuah Video

GUANTANAMO KUBA (voa-islam.com : Dalam sidang praperadilan hari Kamis lalu, jaksa penuntut militer memutar rekaman video 25 menit yang memperlihatkan seorang tahanan asal Kanada bernama Omar Khadr sedang memasang bom pinggir jalan di Afghanistan bersama beberapa anggota Al Qaida lain.

"Dengan ijin Allah, kami akan membunuh beberapa orang Amerika", salah satu isi petikan suara di video tersebut. Rekaman itu didapat dari reruntuhan sebuah rumah dimana Khadr ditemukan terluka dan ditangkap pada Juli 2002.

Bagi pemerintah Amerika, rekaman video ini salah satu kunci yang menjadi bukti untuk menunjukkan Khadr berkonspirasi membunuh tentara Amerika. Namun bagi pengacara, ini  mengilustrasikan jika Khadr hanya mengikuti sekelompok orang-orang dewasa.

Khadr, pada saat ia ditangkap masih berusia 15 tahun, ia pertama kali dibawa ke Pakistan dan Afghanistan saat ia berusia 10 tahun oleh ayahnya, ayahnya sendiri disebut-sebut sebagai kawan Usamah bin Ladin.

Video itu juga menunjukkan Khadr sedang memasang kabel-kabel pada ranjau anti tank bekas Rusia dan memperlihatkan dia sedang duduk-duduk sambil memegang AK-47. Juga memperlihatkan saat ranjau-ranjau tersebut dipasang pada malam hari, namun di video tersebut tidak terlihat Khadr saat memasang ranjau.

Khadr tidak terlihat jelas dalam video yang diputar itu dan ia menutupi kedua matanya dengan tangan.

Khadr dituduh dengan beberapa kejahatan, termasuk pembunuhan. Ia dituduh melemparkan granat ke seorang tentara khusus Amerika sebelum ia ditangkap, tentara Amerika itu akhirnya tewas.

Pemutaran video ini dilakukan pada saat agen spesial FBI Robert Fuller menginterogasi Khadr. Ayah Khadr dideskripsikan sebagai sebagai "pengumpul uang bagi Al Qaida", kata Fuller. Ayah Khadr dikabarkan terbunuh oleh pasukan Pakistan pada tahun 2003.

Sebelumnya, pada hari Kamis proses pengadilan dihentikan setelah Khadr menolak untuk dibawa ke pengadilan karena ia tidak mau dipaksa memakai kacamata hitam dan alat penutup telinga. Akhirnya Khadr tetap datang ke pengadilan setelah Hakim Patrick Parrish mengatakan akan tetap membawa paksa Khadr ke pengadilan.

Pengacara Khadr mengatakan klien mereka telah kehilangan penglihatan di mata kirinya dan memiliki penglihatan kurang di mata kanannya serta tubuhnya merasakan sakit setiap hari. Pengacara mengatakan pecahan peluru telah melukai kedua matanya dan ditambahkan bahwa penggunaan kacamata hitam malah memperparah kondisinya dan bahwa ia memerlukan perawatan segera. Tidak disebutkan kapan sidang Khadr selanjutnya akan dilaksanakan.

[za/wp]


latestnews

View Full Version