View Full Version
Senin, 12 Jul 2010

Vuvuzela Haram Jika Memekakkan Telinga, Kata Ulama UEA

DUBAI (voa-islam.com): Sebuah fatwa baru diluncurkan di Uni Emirat Arab yang menetapkan bahwa terompet vuvuzela yang berbunyi keras di atas 100 desibel adalah dilarang agama, lapor harian lokal hari Jumat kemarin menjelang final piala dunia sepakbola 2010 di Afrika Selatan.

"Jika suaranya cukup keras untuk merusak pendengaran, vuvuzela itu haram," atau dilarang, Koran Nasional mengutip dari Kewenangan Umum Urusan Islam dan Wakaf dalam sebuah fatwa, atau maklumat agama.

"Importir dan pedagang ... harus memastikan bahwa kekuatan vuvuzela itu tidak lebih dari 100 desibel sehingga menghindari merusak pendengaran orang?" Kata otoritas fatwa Uni Emirat Arab, laporan harian The National.

Ia mengatakan bahwa terompet tersebut hanya bisa digunakan di dalam stadion jika hal itu dapat merugikan, kata surat kabar tersebut.

Suara sumbang terompet yang memekakkan telinga dari vuvuzela plastik telah menjadi suara utama pertandingan Piala Dunia di Afrika Selatan, membuat jaringan televisi berburu cara untuk menyaring bunyi keras dari terompet tersebut.

Jadi, fatwa tersebut tidak mengharamkan vuvuzela, tapi mengharamkan vuvuzela yang bersuara diatas 100 desibel. Rupanya para ulama di UEA memperhatikan jalannya piala dunia juga, terbukti dengan keluarnya fatwa tersebut. (za/afp)


latestnews

View Full Version