View Full Version
Sabtu, 23 Oct 2010

Naudzubillahimindzalik, Arab Saudi Bisnis Senjata Dengan Amerika

WASHINGTON (voa-islam.com): Amerika Serikat berada di ambang kesepakatan bisnis senjata terbesar dengan Arab Saudi, senilai kira-kira 60 milyar Dollar dan meliputi jangka waktu 15 sampai 20 tahun. Demikian disampaikan Kemlu Amerika Serikat, Rabu (20/10).

Bisnis yang merupakan kelas kakap itu meliputi lebih dari 80 pesawat jet tempur tipe F-15, hampir 200 helikopter, roket-roket paling modern. Selain itu juga berbagai jenis bom, instalasi radar generasi paling mutakhir dan masih banyak lagi.

Sejak beberapa bulan pemerintah Amerika Serikat mempersiapkan rencana bisnis tersebut. Rabu lalu mereka secara resmi menginformasikan rencana tersebut kepada Kongres Amerika Serikat. Kongres memiliki waktu 30 hari untuk mengambil keputusan atau mengeluarkan veto terhadap rencana tersebut. Meskipun  kemungkinan veto sangat kecil

Andrew Saphiro dari Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan, "Pemasokan senjata akan menjadi pesan bagi negara-negara di kawasan itu bahwa kami memiliki komitmen untuk mendukung keamanan mitra-mitra kunci kami dan beraliansi dengan negara-negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah."

Di sisi lain, perekonomian Amerika Serikat akan menarik manfaat dari rencana bisnis tersebut, karena kesepakatan bisnis senjata akan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja.

Negara kaya minyak Arab Saudi dan militernya terutama ingin mempersenjatai diri untuk menghadapi kemungkinan adanya serangan, khususnya dari Iran yang semakin gencar menuntut supremasinya di kawasan tersebut. Israel pun yang biasanya memandang dengan curiga pengiriman persenjataan kepada negara-negara Arab, kali ini tidak menyampaikan keberatan untuk rencana bisnis senjata raksasa tersebut.

Ini semakin memperkuat pandangan bahwa Arab Saudi, negeri tempat di turunkannya Islam kini menjadi mitra dan antek dari negara yang menjadi pusat kerusakan dunia yakni Amerika Serikat. (za/dworld)


latestnews

View Full Version