View Full Version
Jum'at, 21 Jan 2011

Menteri Inggris:Kebencian &Diskriminasi Pada Muslim Jadi Lumrah

LONDON (voa-islam.com): Seorang menteri pemerintah Inggris Saidah Farisi pada hari Kamis, menyampaikan kalimatnya bahwa prasangka buruk terhadap kaum Muslim telah menyebar luas di Inggris sampai menjadi hal yang diterima secara sosial.

Farisi, menteri Muslim pertama dalam pemerintahan Inggris dan pejabat senior di Partai Konservatif menuduh media masa memicu perasaan intoleransi melalui klasifikasi kaum Muslim menjadi dua kelompok moderat dan ekstrim, seperti dikutip oleh BBC.

Dia mengatakan bahwa diskriminasi terhadap kaum Muslim telah menjadi suatu hal yang biasa yang menimbulkan kebingungan bagi kebanyakan rakyat Inggris, dan bersumpah akan menggunakan posisinya untuk "bertempur terus melawan intoleransi".

Menteri Farisi mengatakan dalam kalimatnya yang akan disampaikan di University of Leicester, Inggris, bahwa dia mendesak Paus selama kunjungannya ke Inggris untuk memperbaiki iklim saling memahami antara warga Eropa dan Muslim.

Dalam penggalan kalimat yang diterbitkan oleh The Daily Telegraph London, bahwa Farisi melemparkan "metode cetek yang digunakan beberapa pihak termasuk media dengan masalah iman" sebagai tanggung jawab yang mengubah Inggris menjadi masyarakat yang tidak mentolerir kaum beriman.

Sebelumnya Farisi telah menyinggung topik ini di masa lalu, ketika dia mengatakan dalam sambutannya pada muktamar tahunan Partai Konservatif 2009 bahwa kebencian kepada kaum Muslim telah menjadi fanatisme yang diterima secara sosial di Inggris, menjelaskan dalam sebuah artikel yang diterbitkan di majalah Oktober lalu bahwa serangan terhadap masyarakat Muslim di media meningkatkan penjualan surat kabar padahal hal ini tidak penting.

Farisi dalam sambutannya mengatakan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh sekelompok umat Islam tidak boleh digunakan untuk mengutuk semua Muslim, tetapi dia akan mendesak masyarakat Muslim untuk meminta kejelasan lebih lanjut tentang penolakan mereka terhadap orang-orang yang menggunakan kekerasan.

(ar/islammemo)


latestnews

View Full Version