View Full Version
Senin, 24 Jan 2011

Mesir Tuduh Tentara Islam Palestina Dalang Serangan Bom Alexandria

MESIR (voa-islam.com) - Menteri Dalam Negeri Mesir mengatakan pada hari Ahad (23/01/2011) pemerintahnya memiliki bukti bahwa Tentara Islam, kelompok Palestina yang terkait dengan Al-Qaeda, berada di balik pemboman sebuah gereja yang menewaskan 23 orang pada malam Tahun Baru.

Para pejabat Mesir sebelumnya telah menaruh kecurigaan bahwa seorang pembom yang diilhami Al-Qaeda berada di balik ledakan yang merobek kerumunan di luar gereja di kota Alexandria, yang memicu protes oleh orang Kristen Koptik bahwa negara tidak melakukan tindakan cukup untuk melindungi mereka.

Sebuah kelompok Al-Qaeda yang berbasis di Irak telah menyerukan serangan terhadap orang Kristen Koptik Mesir, yang berjumlah sepersepuluh dari jumlah penduduk Mesir.

"Jika unsur-unsur Tentara Islam Palestina , yang terkait dengan Al Qaeda, mengira mereka dapat bersembunyi di balik unsur-unsur yang mereka rekrut, kita memiliki bukti yang menentukan keterlibatan mereka dalam perencanaan dan melaksanakan aksi teror jahat ini," kata Menteri Dalam Negeri Habib el- Adli dalam sebuah pidato.

Pelaku bom jihad tersebut gugur dalam ledakan, yang melukai 97 orang lainnya.

Keamanan negara Mesir telah menunjuk kemungkinan keterlibatan asing dan pejabat mengatakan mereka sedang menyelidiki beberapa orang Palestina yang dianggap sebagai ancaman yang mungkin.

Seorang juru bicara Tentara Islam, yang menganggap para pemimpin Al-Qaeda sebagai pembimbing rohani, mengatakan kepada Reuters di Gaza bahwa kelompok tersebut "tidak ada hubungannya dengan serangan terhadap gereja di Mesir, meskipun kami memuji mereka yang melakukannya."

..Keamanan negara Mesir telah menunjuk kemungkinan keterlibatan asing dan pejabat mengatakan mereka sedang menyelidiki beberapa orang Palestina yang dianggap sebagai ancaman..

Presiden Hosni Mubarak, dalam pidato yang disiarkan di televisi pemerintah, memuji polisi atas upaya mereka untuk mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab dan mengatakan para penyerang telah berusaha untuk menabur perselisihan antara Kristen Koptik Mesir dan Muslim.

ketegangan sektarian sering mencuat atas masalah-masalah seperti pembangunan gereja atau hubungan romantis antar anggota kedua komunitas agama.

"Kami tidak akan membiarkan terorisme mengguncang stabilitas kami dan menakuti orang-orang kita atau menyerang kesatuan umat Muslim dan Kristen Koptik," kata Mubarak. "Keamanan dan stabilitas Mesir adalah targetnya."

Tentara Islam memainkan peran dalam serangan lintas-perbatasan pada tahun 2006 di Jalur Gaza di mana tentara Israel Gilad Shalit diculik. Kelompok ini kemudian memutuskan hubungan dengan Hamas, kelompok yang menguasai Gaza, dan telah terlibat bentrok dengan kelompok itu. (aa/reuters)


latestnews

View Full Version