View Full Version
Jum'at, 26 Aug 2011

Kadhafi Ternyata Pengagum Mantan Menlu AS Condoleeza Rice

LIBYA (voa-islam.com) - Pemberontak Libya yang masih memburu Muammar Kadhafi dan telah dibuat penasaran dengan keberadaan diktator yang telah berkuasa lebih 42 tahun tersebut menemukan sebuah album foto yang menujukan gambar-gambar mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice di kompleks Kadhafi di Tripoli yang mereka rebut awal pekan ini.

Ternyata, Muammar Kadhafi cukup mengagumi Rice, yang bertemu dengannya pada bulan September 2008 di kompleks Bab al-aziziya di Tripoli, di mana mereka melakukan santap malam saat berbuka puasa Ramadhan.

"Itu tiga tahun lalu yang singkat yang Rice bersantap makan malam dengan Kadhafi untuk berbuka puasa Ramadhan," tulis Jason Ukman menulis di Washington Post pada hari Rabu.

"Dalam sebuah wawancara tahun 2007 dengan Al-Jazeera, Kadhafi berbicara tentang Rice dengan penuh semangat," tulis David Arnott si MSNBC pada Kamis:

..Leezza, Leezza, Leezza ... Aku sangat mencintainya.. Aku mengaguminya dan aku bangga padanya karena dia seorang wanita kulit hitam asal Afrika..

Foto-foto mantan Menlu AS, Condoleeza Rice yang ditemukan di Kompleks Khadafi di Bab al-Aziziya

"Saya mendukung perempuan hitam Afrika Tersayang ini," kata Kadhafi kepada Al-Jazeera. "Saya mengaguminya dan saya sangat bangga dengan cara dia bersandar dan memberikan perintah bagi para pemimpin Arab. Leezza, Leezza, Leezza ... Aku sangat mencintainya.. Aku mengaguminya dan aku bangga padanya karena dia seorang wanita kulit hitam asal Afrika," ujar Kadhafi.

Pada akhir acara santap malam tersebut, Khadafi memberi Condoleeza Rice anting-anting bingkai bergambar Khadafi dan Juga sebuah alat musik mandolin. Selain itu Kadhafi juga memberikan Condoleeza Rice sepasang gelang dan cicin.

..Meskipun semua itu, Anda akan selalu tetap menjadi anak kami, apa pun yang terjadi.. Kami masih berdoa agar anda terus menjadi presiden Amerika Serikat..

Selain mengagumi mantan Menlu AS tersebut, Muammar Kadhafi juga telah berbicara penuh kasih sayang terhadap Presiden Barack Obama, dan menyebutnya sebagai "anak kami tersayang," sebagaimana dalam suratnya tanggal 11 April 2011 ia menulis kepada Obama, pertama kali dilaporkan oleh Associated Press, di mana ia mengeluhkan serangan udara NATO di negaranya:

"Putra kami, Yang Mulia, Presiden Obama, Amerika Serikat," tulis Kadhafi. "Kami telah disakiti secara moral lebih daripada fisik karena apa yang telah terjadi terhadap kami dalam perbuatan dan kata-kata oleh Anda. Meskipun semua itu, Anda akan selalu tetap menjadi anak kami, apa pun yang terjadi.. Kami masih berdoa agar anda terus menjadi presiden Amerika Serikat. Kami berusaha dan berharap bahwa Anda akan mendapatkan kemenangan dalam kampanye pemilu yang akan datang," kata Kadhafi. (st/te)


latestnews

View Full Version