View Full Version
Rabu, 19 Oct 2011

Gerakan Anti Kapitalis: Setelah Timur Tengah, Saatnya Revolusi Amerika

(voa-islam) – Gerakan anti-kapitalisme "Occupy Wall Street (OWS)" yang berawal di New York, Amerika Serikat, kini menyebar ke sejumlah kota besar di Eropa dan Asia. Kasus protes besar-besaran yang ada di AS mendapat sindiran dari Iran, yang menganggap protes di AS tak lain adalah revolusi Amerika.

Kantor berita Associated Press bahkan menggambarkan aksi unjuk rasa ini mirip gerakan revolusi di dunia Arab yang menumbangkan rezim Husni Mubarrak di Mesir. "Saya dari dulu memikirkan hal ini suatu saat pasti akan terjadi. Saya sungguh menantikan momen-momen seperti ini," kata Steven Harris, seorang sopir truk yang di-PHK dari pekerjaannya.

Para pemrotes yang mengakui muak dengan kapitalisme Amerika ini melakukan aksi jalan kaki dari Gedung Bank sentral dan berkemah di taman-taman kota. Video-video tentang barisan 'Occupy Wall Street' dengan cepat beredar di internet. Para pengunjuk rasa memposting rekaman penahanan dan bentrok dengan petugas.

Seperti diketahui, demonstrasi anti-Wall Street pertama dimulai pada 17 September 2011 dengan mendirikan tenda di depan Bursa Efek New York. Dalam waktu sekejap, ratusan orang ikut bergabung bersama mereka dan menerbitkan media sendiri, The Occupied Wall Street Journal. Diduga, media sosial turut mempopulerkan gerakan ini.

Demonstrasi serupa menentang ketidakadilan ekonomi merembet meluas ke kota-kota lain di AS dan banyak ribuan massa terlibat. Dua jam sebelumnya, di bawah kaca-kaca 'istana' Wall Street, 20 ribu pelajar, anggota buruh, aktivis dan warga yang marah meneriakkan kalimat ditingkahi drum "Rakyat bersatu tak bisa dikalahkan"

Selain di Manhattan, New York, gerakan anti-kapitalisme "Occupy Wall Street (OWS)" juga menjalar ke negara bagian lainnya, seperti Utah, Denver, Portland, Maine, Florida, Los Angeles dan San Fransiso dan berbagai kota lainnya. Aksi Anti-Wall Street di AS juga menjalar ke Kanada. Warga Kanada menyebut gerakan ini "Occupy Canada".

Ratusan massa berpawai keliling pusat bisnis kota sambil meneriakkan "Mereka di bail out, kami dijual" dan "Bergabung bersama kami, hentikan bank". Di kota ini, massa terbanyak berasal dari serikat perawat. Mereka betul-betul muak atas ekonomi AS yang rapuh dan atas apa yang mereka lihat sebagai keserakahan korporasi. Mahasiswa di Universitas Massachusetts di Amherst, walk out dari ruang kelas secara serempak. Mereka mengusung poster bertuliskan "Makan kaum Elit" dan "Kami bisa lebih baik dari Kapitalisme."

Di Inggris, kelompok demonstran menamakan dirinya sebagai Occupy LSX (London Stock Exchange). Mereka sudah mendapatkan dukungannya lewat jejaring sosial facebook dan juga twitter. Yang menarik, di banyak kota di Eropa, para demonstran dengan menggenggam tangan, mengenakan masker, menggambar wajah mereka, tersenyum sinis dengan kumis hitam, janggut runcing, dan bibir tipis yang diambil dari film "V for Vendetta", tentang seorang pahlawan bertopeng yang berperang melawan totalitarianisme.

Serunya lagi, Julian Assange ikut dalam aksi yang disebut "Menduduki London", ketika pendiri WikiLeaks itu, memimpin demonstran disertai dengan lagu-lagu protes di depan Katedral St Paul, yang merupakan pusat keuangan London. Ribuan orang berbaris di jalan-jalan memprotes pemotongan penghematan, dan mengkritik para bankir yang sangat dimanjakan pemerintah yang mendapatkan dana talangan (bailtout).

Dilaporkan, protes serupa dengan jumlah demonstran yang lebih kecil juga berlangsung di negara lainnya, yaitu  Spanyol, Jerman, Belgia, Swedia, Selandia Baru, Sarajevo, Stockholm, Filipina, Korea Selatan, dan Hongkong. Tercatat, demonstrasi terjadi di 82 negara hari ini.

Kelompok-kelompok yang mengorganisir gerakan ini mengatakan bahwa aksi massa besok adalah aksi tanpa kekerasan dan murni gerakan rakyat, tidak ada "tokoh pemimpin" dalam gerakan ini. Di Sydney, sekitar 2.000 orang, termasuk perwakilan dari kelompok Aborigin, komunis, dan serikat buruh, protes di luar pusat bank sentral Reserve Bank of Australia.

Di Tokyo, massa anti kapitalisme bergabung dengan demonstran anti-nuklir. Di Manila, ibukota Filipina, beberapa lusin berbaris ke  kedubes AS melambaikan spanduk bertuliskan: "Ganyang imperialisme AS" dan "Filipina tidak untuk dijual."

Lebih dari 100 orang berkumpul di bursa Taipei, meneriakkan "kita 99 persen Taiwan," dan mengatakan pertumbuhan ekonomi hanya menguntungkan perusahaan, sementara rakyat jelata hampir tidak bisa menutupi melonjaknya biaya perumahan, pendidikan, dan kesehatan.

Anti Kapitalisme

Menurut Wikipedia, Antikapitalisme adalah segala bentuk perlawanan terhadap kapitalisme. Selama Perang Dingin, dunia hanya diberi dua pilihan, yaitu kapitalisme atau komunisme, seolah-olah tidak ada wilayah di luar komunisme untuk gerakan antikapitalisme. Perlawanan antikapitalisme mulai tumbuh seiring runtuhnya komunisme dan berakhirnya Perang Dingin tanpa harus khawatir gerakan antikapitalisme dituduh dan disamakan dengan komunisme. Peristiwa Seattle 1999 merupakan pengulangan revolusi buruh di Seattle pada tahun 1919 menjadi awal ketika dunia mulai membuka mata terhadap adanya gerakan sosial baru untuk menolak kapitalisme barbar.

Berdasar data sensus nasional terkini AS, jarak antara kaum menengah dengan kaum kaya di AS kian terpaut jauh. Setelah depresi kalangan menengah atas tak lagi dianggap ada karena perhitungan pendapatan mereka dinilai tak seimbang dengan kemampuan belanja akibat harga-harga melambung. Akibat pergeseran kelas pendapatan itu, kini terdapat 99 persen warga dalam kelompok sama, sementara kelas atas--kaya hingga super kaya rata-rata dengan penghasilan ratusan juta dolar--hanya menempati 1 persen dari total populasi di AS.

Super kapitalis George Soros, Senin mengatakan, bahwa ia bersimpati dengan para pemrotes anti-Wall Street yang ia katakan disebabkan oleh pembayaran bonus "bumper" oleh bank-bank.

"Sebenarnya saya bisa memahami sentimen mereka, terus terang," kata Soros, menyoroti penderitaan pemilik usaha kecil yang melihat beban bunga kartu kredit meningkat dari 8,0 persen menjadi 28 persen setelah krisis 2008.

Presiden AS Barack Obama, Kamis mengatakan bahwa protes anti-Wall Street di New York dan di luar itu merupakan ekspresi dari masyarakat yang marah atas kejenakaan dari bankir dan frustrasi selama ekonomi hampir mati. "Saya telah melihatnya di TV dan saya pikir itu menyatakan frustrasi yang orang Amerika rasakan," kata Obama dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, ketika ditanya tentang demonstrasi yang menduduki Wall Street.

Kelompok Punk Anti Kapitalis

Nampaknya memang sudah disetting, setiap aksi gerakan anti kapitalisme akan membuahkan anarkisme. Di Italia, aksi demonstrasi diwarnai dengan tindakan - setelah beberapa orang memakai topeng yang disebut kelompok "Black Bloc" - lalu membakar mobil, memecahkan jendela dan bentrok dengan polisi. Batu, botol dan tabung gas air mata terbang, dan sebuah gedung kementerian dalam negeri terbakar saat terjadi kekacauan.

Pemadam kebakaran berjuang memadamkan api . Jalanan di setiap kota berubah menjadi medan pertempuran antara polisi dengan para demonstran yang menggunakan meriam air, dan kelompok anarkis bersenjatakan pisau, kelelawar, bom molotov dan kembang api melawan polisi,

Di Indonesia,  seorang pria muda (seorang diri) membakar dan meledakkan ATM BNI menggunakan bom Molotov pada Kamis dini hari sekira pukul 02.15 WIB. Dalam aksi anarkis itu, tidak ada uang di dalam ATM yang hilang atau rusak. Setelah diusut, ternyata aksi pembakaran ATM BNI di Jalan Dipatiukur, Bandung, Jawa Barat, itu dilakukan sebagai bentuk solidaritas jaringan aktivis anti-kapitalisme global terhadap para petani di Kulonprogo, Yogyakarta, yang tanahnya dirampas kelompok pemodal.

Sebuah situs yang diduga sebagai corong publikasi kelompok ini, 325.nostate.net memposting tulisan sebagai bentuk dukungan atas pembakaran ATM BNI tersebut. Selebaran yang ditemukan di sekitar TKP bertuliskan bahwa pelaku mengatasnamakan International Conspiracy for Revenge.

Aksi serupa juga terjadi di Yogjakarta. Polisi pun menguak motif pembakaran bilik anjungan tunai mandiri (ATM) di Gejayan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari pengakuan para pelaku, mereka menyebut dirinya sebagai kelompok Narko-Punk.

Menurut Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, kelompok ini didirikan dengan aktivitas anak muda yang membenci sistem kapitalis. “Penyerangan ke ATM Bank Rakyat Indonesia pada Jumat dini hari silam itu adalah bentuk kebencian mereka terhadap kapitalis. (Desastian)


latestnews

View Full Version