View Full Version
Sabtu, 12 Nov 2011

Saadi Kadhafi Peroleh Suaka di Niger

PRETORIA (voa-islam.com) - Niger memutuskan memberi suaka kepada putra Muammar Kadhafi, Saadi, karena alasan kemanusiaan, kata Presiden Niger Mahamadou Issoufou, Jumat, namun saudaranya, Saif al-Islam, tidak berada di negara itu.

"Kami telah setuju memberikan suaka kepada Saadi
Kadhafi karena alasan kemanusiaan," kata Issoufou pada jumpa pers pada akhir kunjungan dua hari ke Afrika Selatan, lapor AFP.

"Saif al-Islam tidak berada di Niger. Saya akan mempertimbangkan apa yang harus dilakukan jika ia datang," katanya.

"Kita berurusan dengan permasalahan menyangkut hukum dan demokrasi serta perjanjian internasional," tambah presiden Niger tersebut.

Saadi
Kadhafi (38) meninggalkan Libya melalui perbatasan selatan negara itu menuju Niger pada Agustus selama runtuhnya Tripoli yang mengakhiri kekuasaan ayahnya yang telah berlangsung 42 tahun.

Para pemimpin baru Libya ingin Saadi diadili atas tuduhan kejahatan yang dilakukan ketika memimpin federasi sepak-bola di negara itu.

Perdana Menteri Niger Brigi Rafini mengatakan pada September, Saadi tidak akan diekstradisi, setidaknya sampai ada jaminan ia disidangkan secara adil di Libya.

Saif al-Islam diburu oleh Pengadilan Kejahatan Internasional (ICC) dalam kaitan dengan kejahatan atas kemanusiaan yang mungkin dilakukan selama penumpasan terhadap pemrotes Libya.

Saif (39), dan kepala keamanan
Kadhafi serta saudara iparnya, Abdullah al-Senussi (62), menjadi buronan utama setelah rejim Kadhafi terguling.

..Kami telah setuju memberikan suaka kepada Saadi Kadhafi karena alasan kemanusiaan..

Mereka diburu oleh ICC dengan tuduhan kejahatan atas kemanusiaan, yang dilakukan setelah meletusnya pemberontakan menentang pemerintah Kadhafi pada pertengahan Februari. ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap ketiga orang itu pada 27 Juni.

Pada akhir Oktober, seorang jaksa mengatakan, ICC melakukan "kontak informal" dengan Saif melalui perantara.

"Melalui perantara, kami melakukan kontak informal dengan Saif," kata jaksa ICC Luis Moreno-Ocampo dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di kantor pusat pengadilan itu di Den Haag, Jumat (28/10).

"Kantor jaksa menegaskan bahwa jika ia menyerah kepada ICC, ia memiliki hak untuk didengar kesaksiannya di pengadilan, ia tidak bersalah sampai terbukti bersalah," kata Moreno-Ocampo. "Hakim yang akan memutuskan."

Pengumuman ICC mengenai kontak informal dengan Saif itu disampaikan di tengah meningkatnya keresahan internasional berkaitan dengan kondisi tidak jelas seputar kematian
Kadhafi yang tampaknya dieksekusi, setelah kota asalnya Sirte dikuasai pasukan NTC pada Kamis (20/10).

Sejumlah pihak meminta penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kebenaran seputar kematian
Kadhafi.

Para pejabat Dewan Transisi Nasional (NTC) mengatakan, Muammar
Kadhafi tewas selama pertempuran untuk menguasai kota tempat asalnya, Sirte, pada Kamis (20/10). Namun, beberapa negara besar Barat yang mendukung pemberontak Libya menguasai Tripoli dua bulan lalu mengatakan, mereka masih mencari konfirmasi mengenai kebenaran berita itu.

Kadhafi menjadi buronan sejak NTC menguasai ibu kota Libya, Tripoli, pada Agustus, dan ia berhasil menghindari penangkapan meski pasukan NTC memperoleh sejumlah petunjuk mengenai lokasinya.

Ia berulang kali melontarkan janji-janji untuk melanjutkan perang, ketika semakin banyak negara mengakui NTC sebagai pemerintah yang berkuasa di Libya.

Muamamar
Kadhafi (68), pemimpin terlama di dunia Arab dan telah berkuasa selama empat dasawarsa, bersikeras akan tetap berkuasa meski ia ditentang banyak pihak. (by/ant)


latestnews

View Full Version