View Full Version
Kamis, 19 Jan 2012

Swedia Ragukan Kewarganegaraan Militan Hizbullah Atris Hussein

BANGKOK, THAILAND (voa-islam.com) - Pemerintah Swedia tidak dapat memastikan bahwa tersangka teroris Hizbullah Lebanon yang ditahan di Thailand, Hussein Atris adalah warga negara Swedia, Jurubicara Departemen Luar Negeri Swedia Anders Jorle mengatakan dalam sebuah laporan yang dimuat di situs New York Times.

Ada beberapa ketidakpastian tentang dokumen Atris ', NY Times mengatakan. Pemerintah Thailand mengatakan ia sedang bepergian dengan dua paspor, satu Lebanon dan satu Swedia.

Anders Jorle, juru bicara Kementerian Luar Negeri Swedia, mengatakan paspor Swedia itu telah habis masa berlakunya, meskipun gambar di halaman utama dari paspor yang muncul beredar di media Thailand menunjukkan masa berakhirnya pada tahun 2015, kata laporan itu.

Pejabat Swedia telah meminta untuk bertemu dengan Atris. "Kami belum melihat orang ini atau bertemu dengannya," kata Jorle melalui telepon dari Stockholm. "Kami tidak dapat mengkonfirmasi apakah ia warga negara Swedia."

..Ada beberapa ketidakpastian tentang dokumen Atris..

Laporan tersebut juga mengutip Bangkok sebagai hub utama untuk pemalsuan paspor, perdagangan narkoba dan kegiatan terlarang lainnya. Pejabat Amerika mengatakan bahwa Hizbullah tidak memiliki jejak di sini; menggunakan Bangkok sebagai pusat untuk kokain dan jaringan pencucian uang, menurut laporan NY Times.

Hussein Atris ditangkap polisi Thailand di bandara Suvarnabhumi pada Jumat malam setelah menerima peringatan dari badan kontra terorisme AS dan Israel tentang sebuah ancaman serangan teroris langsung di Bangkok.

Dari pengakuannya, pihak berwenang Thailand kemudian menemukan ribuan kilo bahan-bahan yang bisa digunakan sebagai bahan peledak yang disimpan di sebuah gedung di Samut Sakhon, barat daya Bangkok. (by/bp)


latestnews

View Full Version