View Full Version
Kamis, 09 Feb 2012

HRW: Ali Abdullah Saleh Tidak Boleh Diberi Kekebalan Hukum

YAMAN (voa-islam.com) - Human Rights Watch (HRW) telah mengumumkan bahwa diktator Yaman yang diturunkan dari jabatannya, Ali Abdullah Saleh, dan para pembantunya tidak boleh diberi kekebalan dari penuntutan atas pembunuhan para demonstran Yaman, Press Tv melaporkan.

Kelompok hak asasi tersebut mengatakan pada Rabu bahwa negara-negara harus membekukan aset Saleh dan para pembantunya dengan alasan pelanggaran berat hak asasi manusia.

Saleh diberikan kekebalan diplomatik sampai pemilihan presiden 21 Februari diadakan untuk memilih penggantinya. Parlemen Yaman juga telah memberikan kekebalan penuh untuk Saleh dari penuntutan atas kejahatan yang dilakukan selama 33 pemerintahannya.

Saat ini, dia dilaporkan telah menjalani pengobatan medis di AS untuk cedera yang dideritanya dalam serangan terhadap istana presiden di ibukota Yaman Sana'a pada Juni 2011.

"Saleh berhak untuk mendapatkan pengobatan medis, tapi dia dan para pembantunya tidak punya hak untuk kekebalan dari penuntutan atas kejahatan internasional... Tidak ada seorangpun yang bertanggung jawab atas kejahatan internasional serius harus mendapatkan kebebasan," kata Letta Tayler, peliti HRW Yaman, dalam sebuah laporan yang dikeluarkan tentang pelanggaran hak asasi manusia di Taizz.

Sementara itu, ribuan demonstran sipil dan anggota Angkatan Bersenjata turun ke jalan di seluruh negeri, termasuk di kota Taizz Yaman selatan, menyerukan penuntutan terhadap Saleh atas pembunuhan hampir 2.000 orang sejak peluncuran sebuah revolusi populer di negara itu pada akhir Januari 2011. (by/ptv)


latestnews

View Full Version