

Pasukan pejuang Suriah (FSA) mengumumkan dalam sebuah pernyataan kepada Al Arabiya, bahwa mereka membunuh seorang jenderal Rusia di Suriah yang bekerja sebagai konsultan untuk Menteri Pertahanan Suriah dan Kepala Staf Urusan Militer. Ini sebuah kemajuan dalam perang yang dicapai oleh FSA.
Pejuang FSA mengatakan telah membunuh Jenderal Petrovic Vladimir Kojaiv, bersama penerjemah pribadinya, Ahmed Aiq. Tewasnya Petrovic ini membuktikan keterlibatan Rusia dalam perang di Suriah. Pejuang FSA telah menunjukkan bukti otentik tentang identitas Jenderal Petrovick. Petrovick seorang ahli anti gerilya, dan memiliki kemampuan dibidang intelijen yang sangat canggih, dan pernah berdinas di KGB, badan intelijen di zaman Soviet.
Operasi oleh pasukan pejuang FSA, yang sebelumnya, melakukan identifikasi terhadap jenderal Petrovick, yang berhasil menemukna posisinya, di sebuah pedesaan di pinggiran Damaskus.
Presiden Bashar al-Assad telah banyak kehilangan tokoh-tokoh penting, yang membelot, dan meninggalkannya. Termasuk yang terakhir Perdana Menteri Suriah, Riyad Hijab membelot ke Turki dan bergabung dengan para pejuang FSA. Posisi Presiden Suriah Bashar al-Assad sudah dititik nadir.
Pertempuran dahsyat terus berkecamuk di Aleppo dan ibukota Damaskus, antara pasukan pejuang Suriah FSA dengan pasukan yang masih setia dengan Presiden Bashar al-Assad dengan menggunakan seluruh kekuatan persenjtaan yang dimiliki.
Pertempuran jarak dekat antara pejuang FSA denga pasukan Suriah yang didukung oleh Hesbullah, Garda Republik Iran, dan pasukan al-Mahdi dari Irak. Ini pertempuran yang akan menentukan akhir perjalanan Bashar al-Assad. mi