View Full Version
Ahad, 11 Nov 2012

Ethiopia Tindas Umat Islam dengan Dalih Melawan Ekstrimisme

ETHIOPIA (voa-islam.com) - Sebuah panel AS pada kebebasan beragama, menuduh pemerintah Ethiopia, yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, melakukan penindasan dan memperketat kontrol mereka terhadap minoritas umat Islam dengan dalih melawan ekstrimisme. Kebijakan itu sedang menciptakan destabilisasi yang lebih besar di wilayah Tanduk Afrika tersebut.

Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS (USCIRF) menuduh pemerintah menangkapi demonstran damai yang dilakukan Muslim, mencatat bahwa 29 dari mereka telah didakwa bulan lalu dengan apa yang pihak berwenang katakan "berencana untuk melakukan tindakan teroris"

Muslim Ethiopia, yang berjumlah sekitar sepertiga dari penduduk di negara itu yang mayoritas Kristen, menuduh pemerintah ikut campur dalam badan tertinggi urusan Islam, Dewan Tertinggi Urusan Islam Ethiopia (EIASC). Ribuan Muslim setiap pekan telah mengadakan aksi protes dengan duduk didalam masjid dan aksi protes jalanan di Addis Ababa selama tahun lalu.

"Penangkapan, tuduhan terorisme dan pengambilalihan EIASC menandakan sebuah eskalasi mengganggu dalam upaya pemerintah untuk mengendalikan komunitas Muslim Ethiopia dan memberikan bukti lebih lanjut dari penurunan kebebasan beragama di Ethiopia," kata Komisi tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Kamis.

Pejabat Ethiopia tidak bersedia untuk berkomentar pada pernyataan dari Komisi itu, yang anggotanya ditunjuk oleh Presiden Barack Obama dan Kongres senior dari partai Demokrat dan Republik.

Ketua Komisi Katrina Lantos Swett meminta pemerintah AS untuk mengangkat masalah ini dengan Addis Ababa.

"USCIRF telah menemukan bahwa menindas umat beragama atas nama melawan ekstrimisme mengarah ke ekstrimisme lebih lanjut, ketidakstabilan yang lebih besar, dan mungkin kekerasan," katanya.

"Mengingat kepentingan strategis Ethiopia di Tanduk Afrika ... sangat penting bahwa pemerintah Ethiopia mengakhiri pelanggaran kebebasan beragama dan memungkinkan umat Islam untuk mempraktekkan iman mereka secara damai sebagaimana yang mereka lihat sesuai," tambahnya. tidak, kebijakan-kebijakan dan praktek-praktek pemerintah saat ini akan mengakibatkan destabilisasi yang lebih besar dari wilayah yang sudah stabil tersebut."

Komisi itu mendukung keluhan para pengunjuk rasa 'bahwa sejak tahun lalu pemerintah telah berusaha untuk memaksakan sebuah sekte politis Al Ahbash terhadap Muslim Ethiopia. Pemerintah telah membantah hal ini, tetapi puluhan Muslim telah ditangkapi sejak demonstrasi dimulai pada tahun 2011 lalu.

Menurut angka resmi, 63 persen penduduk Ethiopia adalah  Kristen dan 34 persen Muslim, dengan mayoritas umat Islam mengikuti ajaran Sufi. (by/wb)

Foto: worldbulletin


latestnews

View Full Version