

HAMA, SURIAH (voa-islam.com) - Para pejuang Suriah hari Senin (17/12/2012) melancarkan serangan habis-habisan di posisi militer pemerintah di Hama dalam beberapa kekerasan terburuk di provinsi tengah tersebut selama berbulan-bulan, pengawas melaporkan.
"Beberapa unit pejuang Suriah mulai melancarkan serangan habis-habisan terhadap posisi tentara reguler di provinsi Hama," kata Rami Abdel Rahman, direktur Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, kepada AFP.
"Bentrokan tersebut yang paling penuh kekerasan di provinsi ini selama berbulan-bulan," tambahnya.
Abdel Rahman mengatakan pejuang Suriah mengepung posisi militer di sepanjang poros yang membentang dari Khan Sheikhun di provinsi utara Idlib lebih jauh ke Mharde, di distrik barat provinsi Hama.
Pasukan Suriah mundur dari beberapa posisi, termasuk Sheikh Hadid, menyusul hujan mortir dan roket anti-tank dari pasukan pejuang Suriah, ia menambahkan.
Batas waktu bagi tentara Suriah untuk pergi
..pertempuran untuk "membebaskan" Hama dan provinsi tersebut telah dimulai dan mengeluarkan batas waktu hingga pukul 13:00 siang hari Selasa bagi pasukan pemerintah untuk pergi..
Seorang anggota komando militer dari pemberontak utama Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengatakan semalam bahwa pertempuran untuk "membebaskan" Hama dan provinsi tersebut telah dimulai dan mengeluarkan batas waktu hingga pukul 13:00 siang hari Selasa bagi pasukan pemerintah untuk pergi.
Kolonel Kassem Saadeddin mengumumkan dalam sebuah pernyataan "awal dari pembebasan kota Hama dan provinsi itu dari geng Assad dan shabiha," mengacu pada tentara dan milisi Syi'ah yang pro rezim Presiden Bashar Al-Assad.
"Kami telah meminta semua brigade dan batalyon mengepung dan mengambil alih semua posisi militer di provinsi itu dan kami memberikan tenggang waktu kepada tentara sampai pukul 1:00 siang hari Selasa untuk ke pergi padang pasir."
Hama dikenal sebagai tempat pemberontakan tahun 1982 yang dihancurkan yang menyebabkan puluhan ribu nyawa umat Muslim Sunni melayang dibantai oleh ayah Presiden Assad dan pendahulunya, Hafez al-Assad. Kota ini juga telah berada di garis depan dalam konflik 21-bulan melawan rezim Damaskus saat ini. (an/AFP)