View Full Version
Rabu, 19 Dec 2012

Rakyat Israel Lebih Takut Kehancuran Ekonomi Dibanding Nuklir Iran

JERUSALEM (voa-islam.com) - Tiga-perempat warga Israel melihat kehancuran sosial dan ekonomi di negara Yahudi  lebih menakutkan dibandingkan dengan  program nuklir Iran, ungkap Organisasi Amal Israel,  Senin (17/12/2012).

Dalam Laporan Kemiskinan Alternatif untuk 2012, badan amal Latet - Ibrani "untuk memberi" - mengatakan kemiskinan dan kesenjangan sosial adalah menjadi ancaman  utama bagi rakyat Israel, kemudian diikuti bidang pendidikan, dan bidang keamanan nasional menempati urutan ketiga.

"Tujuh puluh lima persen dari masyarakat umum percaya bahwa ancaman kehancuran sosio-ekonomi Israel lebih buruk dibandingkan dengan ancaman Iran," kata ringkasan laporan, yang tidak memberikan jumlah orang yang disurvei atau margin error.

Diterbitkan pada hari Ahad, laporan itu datang menjelang pemilihan umum 22 Januari di Israel. Seakan-akan Israel menghadapi ancaman yang serius dari  Iran, yang sekarang ini diusikan  membangun senjata nuklir, meskipun Teheran menegaskan program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.

Laporan itu mengatakan separoh anak-anak Israel, yang menerima santunan dana sosial, sekarang mereka terpaksa bekerja untuk membantu menambah penghasilan, naik dari 19 persen tahun lalu, dan 10 persen terpaksa mengemis di jalanan, dibandingkan dengan 3 persen tahun sebelumnya.

Lebih dari separuh responden mengatakan mereka telah dibatasi membeli kebutuhan pokok, khsusunya konsumsi makanan,  karena situasi keuangan mereka, dengan 15 persen bekerja di lebih dari satu pekerjaan, dan 18 persen berhutang ke bank.

"Laporan ini memberikan bukti bahwa kemiskinan dan ketidaksetaraan sosial telah menjadi bentuk yang permanen dari lanskap Israel," kata Presiden Latet Gilles Darmon kepada AFP, Senin.

"Kita tidak bisa mengatakan bahwa itu adalah fenomena, sementara ketika itu  telah ada selama lebih dari 10 tahun sekarang."

Menteri Keuangan Yuval Steinitz mengatakan pada hari Ahad bahwa perkiraan pemerintah Israel untuk pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 dan 2014 masing-masing adalah 3,5 persen dan 3,9 persen.

Dalam laporan terbaru tentang Israel yang diterbitkan pada bulan April 2012, Dana Moneter Internasional mengatakan meskipun tingkat pertumbuhan yang tinggi, negara itu memiliki salah satu tingkat kemiskinan tertinggi dari 35 negara anggota OECD.

Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan mengatakan tingkat kemiskinan yang tinggi Israel ini terutama disebabkan oleh pengangguran yang luar biasa di kalangan Arab Israel dan Yahudi ultra-Ortodoks. 

Situasi ekonomi yang porak poranda itu, sekarang Yahudi "hitam" dipulangkan ke Afrika secara berbondong-bondong. Mereka yang berasal dari Ethopia, dan sejumlah negara di gurun Afrika, harus dipaksa kembali, dan Zionis-Israel tak lagi mampu melindungi dan memberi makan mereka, dan Zionis-Israel lebih mementingkan Yahudi yang berasal dari Eropa. (st/AFP)

Ket: Seorang pengemis Israel sedang meminta-minta di ibukota Tel Aviv.


latestnews

View Full Version