

ISRAEL (voa-islam.com) - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Rabu (19/12/2012) pemerintahnya akan terus maju dengan memperluas permukiman Yahudi di sekitar Yerusalem meskipun kecaman Barat terhadap rencana untuk membangun 6.000 rumah baru di wilayah Palestina.
Di samping beberapa ribu unit perumahan yang telah disetujui awal bulan ini, media Israel mengatakan persetujuan awal diberikan pada hari Rabu untuk pembangunan 3.400 unit lain di Yerusalem dan di Tepi Barat.
Israel merebut Jerusalem Timur dari Palestina dalam perang tahun 1967 dan menganeksasinya sebagai bagian dari ibu kotanya dalam langkah tidak pernah diakui secara internasional. Palestina ingin wilayah itu menjadi ibukota negara mereka yang berusaha untuk didirikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
"Kami akan membangun di Yerusalem untuk semua warganya, ini adalah sesuatu yang telah dilakukan oleh semua pemerintah sebelumnya dan ini adalah sesuatu yang pemerintah saya akan terus melakukannya," kata Netanyahu dalam pertemuan dengan duta besar asing.
"Yerusalem telah menjadi ibukota orang-orang Yahudi selama 3.000 tahun," klaim Netanyahu, "Bayangkan bahwa Anda akan membatasi pembangunan di ibukota sendiri, itu tidak masuk akal."
Netanyahu meluncurkan dorongan ekspansi pemukiman terbarunya setelah Palestina mendapat pengakuan de facto sebagai negara dalam pemungutan suara PBB bulan lalu.
Analis Israel melihat dorongan pemukiman itu juga sebagai upaya Netanyahu untuk meningkatkan dukungan bagi partai sayap kanan Likud melawan saingan hawkish lainnya dalam pemilihan parlemen 22 Januari dimana ia berharap untuk menang.
Kebanyakan kekuatan dunia menganggap pemukiman Israel ilegal dan mengatakan pemukiman-pemukiman itu adalah penghalang bagi perdamaian. Orang-orang Palestina mengatakan permukiman Israel di Yerusalem Timur dan Tepi Barat akan menyangkal sebuah negara yang layak bagi mereka. (st/Reuters)