View Full Version
Ahad, 23 Dec 2012

Pejuang Suriah Ancam Serang Kota Kristen Jika Terus 'Lindungi' Pasukan Assad

BEIRUT, LIBANON (voa-islam.com) - Pejuang Suriah telah mengancam untuk menyerang dua kota mayoritas Kristen di pusat Suriah jika para warganya terus "melindungi" pasukan pemerintah yang menggunakan kota-kota itu sebagai markas untuk menyerang daerah-daerah di dekatnya.

Sebuah video yang dirilis oleh pejuang Suriah menampilkan Rashid Abul-Fidaa, yang mengidentifikasi dirinya sebagai komandan Brigade Ansar untuk provinsi Hama, menyerukan penduduk setempat di kota mayoritas Kristen Mahrada dan Sqailbiyeh untuk bangkit melawan pasukan Presiden Bashar Assad atau mempersiapkan diri menghadapi serangan.

"Geng Assad di kota-kota itu menembaki desa-desa kami dengan mortir-mortir dan roket-roket yang menghancurkan rumah-rumah kami, membunuh anak-anak kami dan mengusir orang-orang kami," kata Abdul-Fidaa, yang dikelilingi oleh orang-orang bersenjata. "Anda harus melakukan tugas Anda dengan mengusir geng Assad," katanya. "jika tidak prajurit kami akan menyerbu tempat-tempat persembunyian para geng Assad termasuk kota anda."

Abdul-Fidaa mengatakan pasukan rezim mengambil posisi di dua kota tersebut untuk "menghasut perselisihan sektarian" antara Kristen dan kelompok oposisi yang didominasi Muslim Sunni.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, kelompok aktivis yang melaporkan ultimatum pemberontak pada hari Sabtu, mengatakan serangan oleh pejuang Suriah bisa memaksa ribuan orang Kristen pergi dari rumah mereka.

Konflik Suriah dimulai dengan protes damai terhadap Assad, yang keluarganya telah memerintah negara itu dengan tangan besi selama empat dekade, pada Maret 2011 lalu. Namun penumpasan brutal oleh rezim Assad terhadap para pemrotes damai menyebabkan para demonstran mengangkat senjata, dan pertempuran berikutnya berubah menjadi perang saudara. Menurut aktivis, lebih dari 40.000 orang telah tewas sejak 21 bulan lalu.

Kristen, yang berjumlah sekitar 10 persen dari populasi Suriah, mengatakan mereka sangat rentan terhadap kekerasan yang melanda negara 22 juta orang tersebut. Mereka takut bahwa Suriah akan menjadi Irak lain, dengan Kristen terperangkap dalam baku tembak antara kelompok Sunni dan Syi'ah.

Bentrokan antara tentara pemerintah dan pejuang Suriah di pusat kota Homs, kota terbesar ketiga, telah menyababkan ribuan orang Kristen mengungsi, yang sebagian besar baik melarikan diri ke daerah pesisir yang relatif aman atau ke negara tetangga Lebanon.

Rami Abdul-Rahman, yang memimpin Observatorium, mengatakan beberapa orang Kristen dan Alawit juga telah meninggalkan provinsi Hama dalam beberapa hari terakhir ini untuk menghindari kekerasan. Dia mengatakan beberapa dari mereka menemukan tempat berlindung di kota pesisir Tartus.(by/ds)


latestnews

View Full Version